Strategi Pemkot Surabaya Antisipasi Banjir Menjelang Puncak Musim Hujan
Pemerintah Kota Surabaya menggenjot persiapan menghadapi puncak musim hujan yang diprediksi terjadi pada awal tahun 2026. Berbagai langkah antisipasi banjir dan genangan air dipercepat, dengan fokus utama pada penyelesaian proyek drainase dan perawatan infrastruktur pengendali banjir di seluruh penjuru kota.
Target Penyelesaian Proyek Drainase
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menekankan bahwa percepatan proyek drainase menjadi prioritas utama. Sebagian besar pekerjaan ditargetkan tuntas pada akhir November 2025, sebelum intensitas hujan meningkat. Sebagai langkah darurat, pihaknya mengerahkan 28 unit mobil pemadam kebakaran untuk mempercepat penurunan air saat hujan lebat terjadi.
Kawasan yang Sudah Bebas Banjir
Beberapa wilayah yang selama puluhan tahun menjadi langganan banjir mulai menunjukkan perbaikan signifikan. Kawasan Pakal yang mengalami banjir selama 30 tahun dan daerah Dukuh Kupang yang tergenang selama lima dekade berhasil ditangani melalui perbaikan sistem drainase. Keberhasilan ini memacu optimisme pemerintah untuk menyelesaikan masalah serupa di lokasi lain.
Penanganan di Sukomanunggal dan Tantangan Partisipasi Warga
Pemkot Surabaya menyiapkan penanganan khusus untuk Kecamatan Sukomanunggal pada tahun depan. Kendala partisipasi warga dalam pembangunan saluran baru menjadi perhatian khusus. Pemerintah setempat berupaya meyakinkan masyarakat bahwa pembangunan saluran akan memberikan solusi permanen terhadap masalah genangan.
Artikel Terkait
Menkeu Tegaskan Dana LPDP dari Pajak dan Utang, Ancam Pencabutan bagi yang Hina Negara
Waspada Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Sejumlah Wilayah Sulawesi Selatan
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem untuk Aceh dan Sumut
Kematian Bos Kartel El Mencho Picu Gelombang Kekerasan di Meksiko