Inspeksi Mendadak dan Temuan di Lapangan
Wali Kota Eri Cahyadi melakukan inspeksi mendadak ke berbagai titik rawan genangan, termasuk Jalan Jemursari, Ahmad Yani, Tidar, Embong Malang, dan Tanjungsari. Di kawasan Tanjungsari, ditemukan bangunan rumah warga yang menghalangi saluran air. Pemerintah meminta penyesuaian bangunan sesuai batas tanah yang sah dan melarang pembangunan jembatan pribadi di atas saluran air.
Progres Pengerjaan dan Solusi Jangka Panjang
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Surabaya, Syamsul Hariadi, melaporkan progres pengerjaan proyek drainase telah mencapai 70 persen pada awal November 2025. Rencana pelebaran saluran menggunakan box culvert di kawasan Tanjungsari akan dilaksanakan tahun depan. Sistem penyaluran air akan diarahkan menuju Jalan Asem Mulya, saluran Greges, dan Bozem Morokrembangan.
Penguatan Sistem Pompa dan Deteksi Dini
Kapasitas sistem pompa air ditingkatkan dengan penambahan lima unit rumah pompa baru, sehingga total menjadi 81 unit. Wilayah selatan Surabaya seperti Menanggal, Ahmad Yani, Ketintang, Karah, dan Rungkut Menanggal menjadi prioritas pengembangan infrastruktur ini. Koordinasi rutin dengan BMKG memungkinkan deteksi dini cuaca ekstrem, memungkinkan tindakan preventif sebelum hujan turun.
Tantangan Sampah dan Peran Masyarakat
Sampah rumah tangga hingga benda besar seperti helm, sofa, dan kasur masih menjadi masalah utama penyumbatan saluran air. Petugas disiagakan 24 jam dengan sistem tiga shift untuk menjaga kelancaran saluran. Pemerintah menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan sebagai kunci keberhasilan penanganan banjir secara berkelanjutan.
Artikel Terkait
Mobil Pengacara Dibakar, Diduga Terkait Penolakan Pemindahan Masjid
KSAD Sindir Fenomena Bantuan Seremonial di Lokasi Bencana
Tompi Tersinggung Kritik Pandji ke Gibran, Netizen Soroti Sikapnya pada Akun Fufufafa
Badai Salju Lumpuhkan Eropa, WNI Dinyatakan Aman