Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan kolaborasi untuk memenuhi kebutuhan ahli gizi di SPPG sekaligus menyiapkan pelatihan bagi tenaga pengawas gizi non-ahli gizi. Saat ini, program dapur MBG telah berjalan di 15.000 lokasi dan ditargetkan mencapai 20.000 lokasi pada akhir tahun.
"Kami bersepakat untuk mempercepat pemenuhan tenaga ahli gizi. Sementara menunggu tenaga ahli terpenuhi, kami akan mengoptimalkan pengawasan dengan melibatkan Persagi," tambah Cucun.
Permohonan Maaf dan Komitmen
Cucun menyampaikan permohonan maaf atas dinamika pembahasan yang sempat menjadi konsumsi publik dan dianggap menyinggung profesi ahli gizi. Ia menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas program gizi nasional.
"Setiap aspirasi masyarakat sangat berarti bagi penguatan program pemerintah dalam mempersiapkan kualitas generasi penerus bangsa," pungkas Cucun.
Artikel Terkait
Remaja 14 Tahun Hilang di Hutan Mamuju, Pencarian Gabungan Masih Berlangsung
Truk Skylift Dinas Perhubungan Gianyar Hangus Terbakar Diduga Akibat Korsleting
Peneliti IPB Kembangkan Pakan Probiotik Antikoksi untuk Dongkrak Produktivitas Ayam
Motor Terbakar di Tengah Perempatan Maros, Keluarga Selamat