Ironi Subsidi: Kelas Menengah Indonesia Nikmati Bantuan yang Salah Sasaran
Sebuah realitas tersembunyi terungkap dalam kebijakan subsidi dan bantuan sosial Indonesia. Kelompok kelas menengah perkotaan justru menjadi penerima manfaat terbesar dari berbagai program yang sejatinya ditujukan untuk masyarakat kurang mampu. Fakta ini memunculkan pertanyaan kritis tentang efektivitas penyaluran dana publik.
Definisi dan Skala Kelas Menengah Indonesia
Berdasarkan penelitian terkini, kelas menengah Indonesia didefinisikan sebagai kelompok dengan pengeluaran Rp2,1 juta hingga Rp10,4 juta per kapita per bulan. Dengan populasi mencapai 47,9 juta jiwa atau setara dengan 14,9 juta rumah tangga, kelompok ini mewakili segmen signifikan dalam demografi Indonesia.
Konsumsi Bahan Bakar Bersubsidi yang Tidak Proporsional
Data Survei Sosial Ekonomi Nasional mengungkap pola konsumsi yang mengejutkan. Sebanyak 91,87% rumah tangga kelas menengah menggunakan Pertalite sebagai bahan bakar kendaraan mereka. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan konsumsi masyarakat miskin dan rentan miskin yang hanya mencapai 79,54%.
Subsidi LPG 3 kg yang Bocor ke Kelas Menengah
Fenomena serupa terjadi pada konsumsi gas elpiji bersubsidi. Sebanyak 11,9 juta dari 14,9 juta rumah tangga kelas menengah tercatat sebagai pengguna reguler LPG 3 kilogram. Tingkat penetrasi ini hampir menyamai penggunaan di kalangan aspiring middle class yang seharusnya menjadi prioritas bantuan.
Artikel Terkait
Demokrasi Terengah-engah, Ekonomi Merangkak: Potret Retak Pemerintahan Daerah
Dosen Gugat UU, Hak Hidup Layak Dipertaruhkan di Meja Hijau
Mobil Toyota Agya Meledak Jadi Bara di Halaman SMK Sragen
Ledakan Pipa Gas TGI Guncang Dusun Nibul, Api Membubung 15 Meter