Pria Mengaku Nabi Diusir dari Bus di Terminal Purabaya Sidoarjo
Sebuah insiden tidak biasa terjadi di Terminal Purabaya, Bungurasih, Sidoarjo. Seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa (ODGJ) membuat keonaran di dalam bus dengan mengaku-aku sebagai seorang nabi. Kejadian ini berakhir dengan pengusiran paksa pria tersebut oleh kru bus.
Kronologi Kejadian di Terminal Purabaya
Menurut Humas Terminal Tipe A Purabaya Bungurasih, Sarah Abigail, peristiwa ini terjadi pada hari Jumat malam. Lokasi kejadian tepatnya di jalur 4 shelter keberangkatan terminal.
Pria yang belum diketahui identitasnya itu tiba-tiba memasuki sebuah bus yang sedang penuh dengan penumpang. Di dalam bus, ia mulai berperilaku mengganggu dengan menyatakan diri sebagai nabi, yang tentu saja menimbulkan kegaduhan dan keresahan di antara para penumpang.
Tindakan Pengamanan oleh Kru dan Petugas Terminal
Melihat situasi yang mulai tidak terkendali dan demi menjaga kenyamanan serta keamanan penumpang, kru bus segera turun tangan. Mereka berusaha mengeluarkan pria tersebut dari dalam bus. Pada pukul 20.00 WIB, tim keamanan terminal menerima laporan resmi mengenai adanya ODGJ yang tidak hanya mengganggu penumpang, tetapi juga mengajak berkelahi dengan kru bus.
Untuk mencegah situasi yang lebih buruk, pihak keamanan kemudian mengambil langkah untuk mengamankan pria tersebut dengan membawanya keluar dari area terminal melalui Pintu Keluar Waru.
Status Pelaku sebagai ODGJ
Sarah Abigail menegaskan bahwa pihak terminal bertindak berdasarkan laporan dari orang-orang di sekitar yang menyatakan bahwa pria tersebut adalah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Tindakan pengamanan dilakukan semata-mata karena pria ini telah menciptakan keributan dan berpotensi membahayakan.
Setelah berhasil dikeluarkan dari bus dan area terminal, tidak diketahui dengan pasti ke mana pria tersebut dibawa. Diduga, karena kondisi saat itu sedang hujan dan untuk menghindari risiko lain, pria itu hanya diamankan hingga pintu keluar terminal.
Video insiden ini sempat viral di media sosial, menunjukkan momen saat pria itu diusir keluar dari bus oleh kru. Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya penanganan yang tepat bagi orang dengan gangguan jiwa di ruang publik.
Artikel Terkait
Wali Kota Makassar Resmikan Sekretariat Baru IKA FH Unhas, Aktifkan Kembali Organisasi yang Sempat Vakum
Pelaku Begal Bersajam Menyerahkan Diri ke Polisi karena Takut Ditembak
Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Lampung, NTT, dan Jabar, Pengamat Sebut sebagai Konsolidasi Politik untuk PSI
DPR: Negara Tak Punya Alasan Abaikan Kesejahteraan Guru, Itu Pelanggaran Konstitusi