Kecelakaan Maut Palembang: 2 Tewas Tabrak Truk Antre Solar Subsidi, Ini Kronologi & Imbauan Polisi

- Senin, 17 November 2025 | 14:18 WIB
Kecelakaan Maut Palembang: 2 Tewas Tabrak Truk Antre Solar Subsidi, Ini Kronologi & Imbauan Polisi
Kecelakaan Maut di Palembang Akibat Antrean Solar Subsidi | Kronologi & Imbauan Polisi

Kecelakaan Maut di Palembang Akibat Antrean Panjang Solar Subsidi

Sebuah kecelakaan lalu lintas yang fatal terjadi di kawasan Alang-Alang Lebar, Palembang, Sumatera Selatan. Insiden ini dipicu oleh antrean kendaraan pengangkut barang yang sangat panjang menuju SPBU untuk mengisi solar subsidi. Dua orang pengendara motor meninggal dunia setelah kendaraan mereka menabrak bagian belakang sebuah truk yang sedang mengantre.

Kronologi Kecelakaan di Jalur Bypass AAL

Peristiwa naas ini terjadi pada Sabtu malam, sekitar pukul 21.00 WIB. Menurut keterangan Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Palembang, Iptu Hermanto, kecelakaan bermula ketika sepeda motor yang dikendarai oleh Supriyadi (41) melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi. Diduga, sang pengendara tidak menyadari adanya truk bermerk Hino yang sedang berhenti dalam antrean panjang di jalur bypass tersebut.

"Kendaraan roda dua diduga terlalu mengambil posisi ke kiri dan pengendara kurang waspada terhadap kendaraan di depannya. Keberadaan antrean truk yang memanjang di badan jalan utama turut menyulitkan pengendara lain untuk melakukan manuver menghindar," jelas Hermanto pada Senin (17/11/2025).

Korban Tewas di Tempat Kejadian

Benturan yang terjadi sangat keras sehingga kedua pengendara, Supriyadi dan Agus Susanto (50), terlempar dari motornya. Supriyadi dilaporkan mengalami luka serius di bagian kepala, dada, dan perutnya. Sementara itu, Agus Susanto menderita patah tulang pada tempurung kepala serta pendarahan hebat. Keduanya dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian sebelum sempat mendapatkan pertolongan medis lebih lanjut.

Imbauan Polisi dan Kondisi Jalan Rawan

Pihak kepolisian tidak hanya menyita kendaraan dan dokumen yang terkait, tetapi juga memberikan imbauan keras. Polisi meminta pengelola SPBU untuk segera menata ulang sistem antrean kendaraan agar tidak lagi memenuhi dan mengganggu kelancaran jalur lalu lintas umum.

"Kami selalu mengimbau para pengendara untuk lebih berhati-hati, khususnya ketika melintasi area SPBU yang kerap dipadati antrean panjang. Namun, penataan area antrean yang aman dan tertib dari pengelola juga merupakan hal krusial untuk mencegah terulangnya kejadian serupa," tegas Iptu Hermanto.

Kawasan Jalur Bypass Alang-Alang Lebar (AAL) Palembang telah lama dikenal sebagai titik rawan kecelakaan. Penyebab utamanya adalah aktivitas truk-truk besar yang sering berhenti lama untuk mengantre solar subsidi, sehingga memenuhi lajur kiri jalan. Keluhan dari warga setempat juga kerap disampaikan, terutama mengenai kondisi penerangan jalan yang minim pada malam hari, yang semakin meningkatkan risiko kecelakaan.

"Ini bukanlah insiden pertama kali. Hampir tiap waktu nyaris terjadi tabrakan karena lajur kiri jalan tertutup oleh antrean kendaraan pengangkut barang," ujar Ilham, seorang warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar