Respons Starbucks Terhadap Seruan Boikot
Starbucks disebutkan belum memberikan pernyataan resmi mengenai seruan boikot terbaru ini. Sebelumnya, perusahaan mengklaim tetap membuka ruang dialog, meski beberapa kali dituding sengaja memperlambat proses pembentukan kontrak serikat di berbagai gerai.
Dampak Boikot terhadap Reputasi dan Keuangan Starbucks
Gerakan "No Contract, No Coffee" diperkirakan dapat mempengaruhi reputasi dan kinerja finansial Starbucks jika terus meluas. Meski dampak penjualan jangka pendek mungkin tidak signifikan, konflik hubungan industrial yang berlarut-larut berpotensi mengganggu operasional perusahaan dan mempengaruhi persepsi investor terhadap stabilitas bisnis Starbucks.
Hingga saat ini, perseteruan antara Starbucks dan serikat pekerjanya tetap menjadi salah satu isu ketenagakerjaan paling menonjol dalam sektor ritel Amerika Serikat.
Artikel Terkait
Bambang Tri Mulyono Kembali ke Meja Hijau, Gugat Ijazah Presiden di Ulang Tahunnya
Tito Karnavian Kualat Lupa Sebut Nama Purbaya di Rapat Satgas Aceh
RSUD di Sumatera Kembali Beroperasi, Namun Sejumlah Puskesmas Masih Terhenti
Kongres Muhammadiyah 1930: Pesta Akbar di Tengah Badai Malaise