Kemenangan bersejarah ini sekaligus menempatkan Islam Makhachev dalam daftar elit petarung UFC. Ia kini menjadi petarung ke-11 sepanjang sejarah organisasi yang berhasil menjadi juara dunia di dua divisi berat yang berbeda.
Pencapaian Makhachev ini juga dinilai melampaui rekan senegaranya yang juga legenda, Khabib Nurmagomedov. Sang mentor 'The Eagle' hanya pernah menjadi juara dunia di kelas ringan, sementara Makhachev telah menaklukkan dua divisi.
"Ini adalah mimpi," ujar Makhachev penuh perasaan setelah pertarungan, di mana Khabib sendiri yang mengalungkan kedua sabuk juara di pundaknya. "Semua kerja keras yang sudah saya lakukan untuk kedua sabuk ini. Saya sangat bahagia. Hidup saya telah berubah."
Selain gelar ganda, Makhachev juga menyamai rekor kemenangan beruntun terpanjang dalam sejarah UFC, yaitu 16 kemenangan secara berturut-turut. Ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu petarung terhebat dalam olahraga MMA modern.
Artikel Terkait
Tahun Baru 2026: Keramaian, Kebersihan, dan Cerita Sederhana di Balik Kemeriahan
Nikel dan BRICS: Diplomasi Hilirisasi Indonesia di Tengah Perang Dagang Global
Prabowo Tinjau Aceh Tamiang: Uang Lelah Dikoreksi Jadi Uang Semangat
Anak Sulung: Dewasa Sebelum Waktunya, Lelah yang Tak Terucapkan