"Doa kami tentu untuk kesembuhan mereka semua. Dengan kuasa Tuhan dan doa dari semua pihak, anak-anak yang saleh ini diharapkan dapat segera pulih," harapnya.
Proses Belajar Mengajar Pasca Insiden
Menyusul kejadian tersebut, aktivitas belajar mengajar tatap muka di SMA Negeri 72 Jakarta untuk sementara waktu masih ditunda. Sekolah memprioritaskan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) guna memastikan keamanan dan kenyamanan seluruh siswa.
"Kami terus berkoordinasi dan memantau perkembangan, termasuk berdiskusi dengan orang tua murid untuk memutuskan kapan waktu yang tepat untuk memulai pembelajaran hybrid," jelas Tetty.
Pihak sekolah juga memastikan bahwa dukungan serta pendampingan psikologis bagi siswa dan seluruh warga sekolah tetap berjalan secara berkelanjutan. Hal ini dianggap penting untuk membantu proses pemulihan trauma pasca insiden.
"Pesan saya untuk anak-anak, tetaplah semangat dan terus berdoa. Mari kita bersama-sama berharap agar keadaan segera pulih normal sehingga proses pembelajaran tidak tertinggal jauh dari sekolah lainnya," tutup Kepala Sekolah SMAN 72 Jakarta.
Artikel Terkait
Sawit Dikukuhkan, Hutan Dikorbankan: Negara dalam Cengkeraman Oligarki
1.050 Huntara Siap Huni, BNPB Pacu Pembangunan Jelang Ramadan
Prabowo Akhiri Kunjungan Bencana dengan Apresiasi untuk Relawan dan Warga
Sopir Jaklingko Dipecat Usai Hina Penumpang dengan Sebutan Monyet