KH Didin Hafidhuddin, Ketua Umum Badan Kerja Sama Pondok Pesantren Indonesia (BKsPPI), turut memberikan penekanan. Menurutnya, proses pemberian gelar pahlawan nasional telah memiliki tim yang menanganinya dan merupakan persoalan waktu. Yang terpenting, pesannya, adalah semangat untuk meneruskan nilai-nilai perjuangan para pendahulu tanpa rasa lelah.
Isi Deklarasi Hari Pahlawan
Acara ini semakin khidmat dengan pembacaan deklarasi Hari Pahlawan oleh Ustaz Abdul Qodir Nurhasan dari MUBR dan Herdy Ardiansyah Pahlevi dari GCP. Deklarasi tersebut memuat empat poin utama:
- Ucapan terima kasih kepada para pahlawan dan komitmen untuk melanjutkan perjuangan melawan segala bentuk penjajahan.
- Pernyataan dukungan penuh terhadap pengusulan KH Sholeh Iskandar sebagai Pahlawan Nasional, berdasarkan rekam jejak dan kontribusi besarnya bagi agama, masyarakat, dan negara.
- Ucapan terima kasih kepada pejuang dan bangsa Palestina yang berkorban mempertahankan Masjidil Aqsha.
- Ajakan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk membantu Palestina dan desakan kepada pemerintah untuk mengambil tindakan nyata menghentikan genosida di Gaza.
Tabligh akbar ini dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional sebagai narasumber, antara lain Dr. MS Kaban, Prof. Dr. Endin Mujahidin, dan Edi Sudarjat.
Artikel Terkait
ASN Kementan Ubah Pekarangan Sempit Jadi Model Ketahanan Pangan Keluarga
Suami Tewas Ditikam di Pelukan Istri di Lubuklinggau, Pelaku Masih Diburu
Prabowo Saksikan Penyerahan Denda Hutan Rp11,4 Triliun ke Kas Negara
Kebakaran Hanguskan Ruko Grosir Sepatu di Pematangsiantar, Tak Ada Korban Jiwa