Kemacetan Panjang di Bandara Palembang Akibat Sistem Parkir Non-Tunai 100%, Ini Penjelasan Manajemen

- Jumat, 14 November 2025 | 22:06 WIB
Kemacetan Panjang di Bandara Palembang Akibat Sistem Parkir Non-Tunai 100%, Ini Penjelasan Manajemen

Antrean kendaraan yang sangat panjang terlihat di area keluar Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang pada Kamis pagi, 13 November 2025. Kejadian ini langsung menjadi perhatian publik setelah sebuah video yang merekam kondisi tersebut tersebar luas di berbagai platform media sosial.

Banyak pengunjung bandara menyampaikan keluhan mengenai sosialisasi sistem parkir baru yang dinilai kurang maksimal. Sejumlah pengendara mengaku tidak mendapat informasi yang memadai tentang penerapan transaksi parkir non-tunai 100 persen yang telah resmi berjalan sejak tanggal 10 November lalu.

Menanggapi berbagai keluhan yang muncul, Kepala Sentral Komunikasi Lanud Sri Mulyono Herlambang Palembang, Andi Rishas Permana Djalil, memberikan penjelasan. Menurutnya, penyebab utama kemacetan yang terjadi adalah karena masih banyaknya pengemudi yang belum membawa alat pembayaran elektronik.

“Masih banyak pengendara yang datang tanpa menyiapkan metode pembayaran elektronik. Padahal sejak 10 November, seluruh transaksi di pintu masuk dan keluar parkir sudah sepenuhnya non tunai,” jelas Andi.

Andi memaparkan bahwa proses transisi menuju sistem parkir non tunai sebenarnya telah dimulai sejak bulan Maret. Pada fase awal, pengguna parkir masih mendapatkan karcis dan memiliki opsi untuk membayar secara tunai maupun non tunai. Kemudian, sistem ditingkatkan lagi pada Agustus menjadi tanpa karcis, meskipun pada kenyataannya masih banyak yang belum sepenuhnya siap dengan perubahan ini.

“Beberapa pihak perbankan telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan sosialisasi sejak bulan Agustus. Kami juga melakukan edukasi kepada pengguna melalui pemasangan spanduk informasi dan publikasi di akun media sosial resmi,” tambahnya.

Penerapan sistem pembayaran non tunai ini, lanjut Andi, bertujuan untuk memperlancar dan mempercepat arus keluar-masuk kendaraan di area bandara. Dengan sistem baru, waktu yang dibutuhkan untuk setiap transaksi dipersingkat menjadi sekitar 7 detik, jauh lebih cepat dibandingkan pembayaran tunai yang memakan waktu hingga 12 detik per kendaraan.

Meski demikian, Andi mengakui bahwa proses adaptasi di lapangan memerlukan waktu yang lebih lama. Hal ini disebabkan karena tidak semua pengguna jasa bandara merupakan pengunjung rutin yang selalu update dengan informasi terbaru.

Sebagai langkah antisipasi untuk mengurangi kemacetan, manajemen bandara membuka satu jalur hybrid khusus. Jalur ini dapat melayani kedua jenis pembayaran, baik tunai maupun non tunai, sebagai solusi sementara. Tujuannya adalah memastikan bahwa pengendara yang belum memiliki kartu elektronik tetap dapat dilayani tanpa memperparah kepadatan lalu lintas.

“Kami berusaha tetap fleksibel. Jalur hybrid ini akan terus beroperasi hingga proses peralihan sistem pembayaran benar-benar tuntas dan berjalan lancar,” ujar Andi.

Andi berharap kesadaran dan pemahaman masyarakat akan semakin meningkat sehingga sistem parkir di Bandara SMB II Palembang dapat setara dengan bandara-bandara besar lainnya di Indonesia.

“Kami berharap proses transisi ini dapat segera selesai, namun tentu membutuhkan waktu dan partisipasi semua pihak. Yang pasti, sosialisasi dan edukasi akan terus kami intensifkan ke depannya,” tutup Andi.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar