FPPJ Desak Gubernur Evaluasi Direksi Transjakarta, Ini Daftar Masalahnya
Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ) mendesak Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran direksi PT Transjakarta. Desakan ini muncul menyusul sejumlah masalah yang dinilai merusak citra dan kinerja perusahaan transportasi publik tersebut.
Sanksi Ringan untuk Kasus Pelecehan Seksual Jadi Pemicu
Pemicu utama desakan evaluasi ini adalah penanganan kasus dugaan pelecehan seksual di internal Transjakarta. FPPJ menilai langkah manajemen yang hanya memberikan surat peringatan kepada dua karyawan terduga pelaku merupakan bentuk ketidakpekaan terhadap korban.
Ketua FPPJ, Endriansyah atau Rian, menegaskan bahwa seharusnya manajemen tidak hanya memberi sanksi administratif, tetapi juga aktif memberikan pendampingan kepada korban untuk melapor ke pihak yang berwajib. Ia menekankan, jika pelaku terbukti bersalah, sanksi tegas berupa pemecatan tidak hormat wajib diberikan.
Daftar Masalah Transjakarta yang Kian Panjang
Kasus pelecehan seksual ini disebut hanya menambah daftar panjang persoalan di tubuh Transjakarta. Rian mengingatkan sejumlah insiden sebelumnya yang turut menyita perhatian publik.
Beberapa masalah yang disorot antara lain kasus sejumlah direksi yang diduga bermain padel di Bali di tengah sorotan kinerja perusahaan. Insiden kerusuhan yang berujung pada pembakaran halte bus Transjakarta juga turut menjadi catatan kelam.
Keselamatan Penumpang Jadi Sorotan Utama
Selain persoalan moral, FPPJ juga menyoroti meningkatnya angka kecelakaan yang melibatkan armada bus Transjakarta dan JakLingko. Peningkatan insiden ini dinilai menunjukkan lemahnya sistem pengawasan dan pembinaan terhadap para pengemudi.
Rian menekankan bahwa keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama. Jika manajemen dinilai tidak mampu memperbaiki kinerja dan menjaga integritas, maka evaluasi dan pergantian direksi dianggap sebagai langkah yang diperlukan.
FPPJ berkomitmen untuk terus mengawal persoalan ini agar PT Transjakarta dapat kembali menjadi transportasi kebanggaan warga Jakarta, bukan sumber masalah yang berkelanjutan.
Artikel Terkait
DJP Resmi Ingatkan Publik Waspadai Gelombang Penipuan Berkedok Institusi Pajak
HIPMI Soroti Penyusutan Kelas Menengah Pengusaha di Sidang Pleno Makassar
Tembok Mewah Ambruk di Kalibata, Halaman SMPN 182 Rusak Parah
Gattuso Siapkan Daftar 50 Pemain untuk Seleksi Playoff Piala Dunia 2026