Persaingan AS vs China: Perang Teknologi AI, Energi, dan Logam Tanah Jarang

- Kamis, 13 November 2025 | 15:25 WIB
Persaingan AS vs China: Perang Teknologi AI, Energi, dan Logam Tanah Jarang

Strategi Global AS dan China: Persaingan Teknologi, Energi, dan Diplomasi

Dalam peta geopolitik global, Amerika Serikat dan China terus memperlihatkan dominasinya. Kedua negara ini saling bersaing dalam berbagai bidang strategis, mulai dari teknologi kecerdasan buatan, penguasaan mineral kritis, hingga kebijakan perdagangan internasional.

Dinamika Politik Dalam Negeri Amerika Serikat

Isu terkini seputar kondisi fisik Presiden Donald Trump menjadi perbincangan publik. Gubernur California Gavin Newsom memberikan julukan "The Nodfather" kepada Trump setelah beredar foto-foto yang menunjukkan presiden tertidur di Ruang Oval. Julukan ini muncul dalam konteks politik yang semakin memanas menjelang pemilihan umum.

Akun media sosial Partai Demokrat California membagikan enam foto Trump yang tertidur dalam berbagai kesempatan dengan tulisan "The Nodfather" menggunakan font emas yang mengingatkan pada poster film "The Godfather". Insiden ini terjadi selama acara siaran langsung di Gedung Putih yang membahas penurunan harga obat penurun berat badan untuk penerima Medicare dan Medicaid.

Pendekatan Kebijakan Luar Negeri Trump

Dalam masa jabatan keduanya, Presiden Trump menunjukkan pendekatan unik dalam kebijakan luar negeri. Sembilan bulan setelah pelantikan, metode Trump dalam menghadapi sekutu dan pesaing internasional menampilkan kombinasi antara keberhasilan diplomatik dan ketidakpastian.

Sekutu Eropa kini menunjukkan komitmen lebih besar dalam pengeluaran pertahanan, sesuatu yang telah lama didorong oleh berbagai pemimpin Amerika sebelumnya. Trump juga berperan dalam meredakan beberapa konflik regional yang berlarut-larut, meskipun beberapa pencapaiannya bersifat sementara.

Pencapaian diplomatik terbesarnya hingga saat ini adalah pembebasan 20 sandera Hamas yang masih hidup dan gencatan senjata di Gaza, yang memerlukan penanganan yang tegas terhadap pemerintah Israel.

Dominasi Amerika dalam Produksi Energi

Amerika Serikat mempertahankan posisinya sebagai produsen minyak terbesar dunia dengan produksi sekitar 21,91 juta barel per hari, didorong oleh kemajuan teknologi fracking. Posisi ini mengungguli Arab Saudi yang memproduksi 11,13 juta barel per hari dan Rusia dengan 10,75 juta barel per hari.

Strategi energi Amerika mengingatkan pada prinsip yang pernah diungkapkan Henry Kissinger: "Kendalikan minyak maka anda menguasai negara; kendalikan pangan maka anda menguasai rakyat". Prinsip ini masih relevan dalam geopolitik kontemporer meskipun dengan dimensi yang lebih kompleks.

Hegemoni China dalam Logam Tanah Jarang

p>China mendominasi pasokan logam tanah jarang global dengan menguasai sekitar 68% tambang dan 90% fasilitas pemurnian dunia. Dominasi ini bukan kebetulan melainkan hasil dari visi strategis yang dimulai sejak era Deng Xiaoping pada 1990-an.

Pernyataan Deng Xiaoping bahwa "kalau Timur Tengah punya minyak, maka China punya logam tanah jarang" terbukti visioner. Keberhasilan China dalam menguasai rantai pasok mineral strategis ini memerlukan perencanaan matang selama lebih dari 20 tahun dengan dukungan penuh dari pemerintah.

Minat Baru Negara Arab pada Mineral Kritis

Negara-negara Arab kini menunjukkan minat besar terhadap investasi di sektor mineral kriti, khususnya logam tanah jarang. Fenomena ini bagian dari strategi diversifikasi ekonomi negara Teluk yang selama ini bergantung pada minyak.

Para eksekutif pertambangan melaporkan peningkatan tajam minat investor Timur Tengah terhadap logam tanah jarang. Critical Metals, perusahaan tambang yang terdaftar di bursa AS, telah bermitra dengan Obeikan Group dari Arab Saudi untuk membangun pabrik pengolahan litium hidroksida skala besar.

Proyek Teknologi Ambisius Amerika

Tak lama setelah pelantikannya pada Januari 2025, Presiden Trump mengumumkan proyek infrastruktur kecerdasan buatan senilai US$500 miliar bersama CEO SoftBank Masayoshi Son, CEO OpenAI Sam Altman, dan pendiri Oracle Larry Ellison.

Proyek yang dijuluki "Stargate" ini juga akan membuka cabang di Asia melalui kemitraan strategis antara OpenAI, Samsung Electronics, dan SK Hynix di Korea Selatan. Pembangunan ditargetkan dimulai pada 2026 dengan kapasitas terencana lebih dari 8 Gigawatt dan total investasi melebihi US$450 miliar dalam tiga tahun ke depan.

Perang Dagang dan Diplomasi Mineral

Kebijakan perdagangan Trump yang disebut "Trade War" diumumkan pada 2 April 2025, tanggal yang disebut sebagai "Hari Pembebasan". Kebijakan tarif timbal balik ini menciptakan guncangan dalam hubungan perdagangan global.

China memanfaatkan posisinya dalam pasokan logam tanah jarang sebagai alat tawar dalam perang dagang ini. Sementara itu, Amerika melakukan diplomasi intensif dengan negara-negara penghasil rare earth seperti Australia, India, Ukraina, dan Jepang untuk mengamankan pasokan mineral kriti.

Persaingan pengaruh antara AS dan China di kawasan Indo-Pasifik semakin intensif, dengan kedua negara memperkuat hubungan tradisional dan mencari peluang baru dalam landscape geopolitik yang berubah.

Kedua negara ini terus memainkan peran sentral dalam membentuk masa depan global, dimana penguasaan teknologi tinggi, proyek AI, kebijakan perdagangan, dan akses terhadap mineral kriti seperti logam tanah jarang menjadi penentu utama dalam persaingan kekuatan global abad ke-21.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar