Paus Leo, yang baru menjabat pada 2025, telah mengambil langkah awal dengan bertemu para penyintas pelecehan seksual oleh imam. Beliau menyerukan kepada para uskup untuk menghentikan praktik menyembunyikan tuduhan pelanggaran. Langkah ini meneruskan komitmen Paus Fransiskus yang menjadikan penanganan kasus pelecehan sebagai prioritas utama selama 12 tahun kepemimpinannya.
Rincian Laporan dan Temuan Kunci
Rete l'Abuso telah mendokumentasikan 1.250 kasus dugaan pelecehan, dengan rincian mengkhawatirkan:
- 1.106 kasus diduga dilakukan oleh pendeta
- 4.451 korban selamat berusia di bawah 18 tahun
- 4.108 korban berjenis kelamin laki-laki
- Termasuk 5 biarawati, 156 orang dewasa rentan, dan 11 penyandang disabilitas
Minimnya Tindakan Disiplin Gereja
Data yang lebih memprihatinkan terlihat dari minimnya tindakan disiplin. Dari 1.106 pastor yang diduga sebagai predator, hanya 76 yang diadili di gereja. Hukuman yang dijatuhkan termasuk 17 orang diskors sementara, 7 orang dipindahkan ke paroki lain, dan 18 orang dicopot atau mengundurkan diri. Tragisnya, lima pastor diduga meninggal karena bunuh diri.
Laporan ini menegaskan kebutuhan mendesak akan reformasi struktural dan transparansi penuh dalam menangani kasus pelecehan seksual di lingkungan Gereja Katolik Italia.
Artikel Terkait
Iran Tuntut Penarikan Pasukan AS dan Ganti Rugi sebagai Syarat Akhiri Perang
Menteri Iran Tuduh Israel Sensor Dampak Serangan Balasan
Iran Bantah Klaim Israel Soal Nasib Khamenei, Sebut Perang Mental
Netanyahu Perintahkan Persiapan Darurat Menghadapi Eskalasi dengan Iran