murianetwork.com - Ancaman China di kawasan Laut Natuna Utara sudah menjadi darurat bersama bagi negara-negara Asia Pasifik tak terkecuali Filipina.
Filipina yang tengah bersitegang dengan China di Laut Natuna Utara tak ingin kedaulatannya "kebobolan", apalagi jika harus kehilangan sejumlah aset strategis.
Agar aset Filipina di Laut Natuna Utara tetap aman, pihaknya bahkan rela merogoh kocek hingga 35 miliar dolar AS untuk modernisasi alutsista mereka yang nantinya bisa digunakan untuk menghajar China.
Baca Juga: Turki Akhirnya Beri Kepastian Launching KAAN yang Sempat Tertunda, Paling Lambat Maret 2024
Presiden Filipina Bongbong Marcos diketahui telah menyetujui langkah modernisasi alutsista di segala lini militernya baik angkatan darat, angkatan laut, maupun angkatan udara.
Dia juga turut menyetujui rencana untuk memperkuat pengawasan dan mengamankan aset milik negara yang berada di sekitar Laut Natuna Utara dalam konflik geopolitik di wilayah tersebut.
Hal ini telah dikonfirmasi oleh juru bicara Angkatan Bersenjata Filipina Margareth Padilla.
Artikel Terkait
Latihan Militer Tiga Negara di Afrika Selatan: Sinyal di Tengah Gejolak Global
Trump Klaim Hanya Moralitas Pribadi yang Bisa Menghentikannya
China Batasi Drama CEO Jatuh Cinta ke Si Miskin, Sebut Sebar Harapan Palsu
Indonesia Khawatir, Langkah Trump Cabut Diri dari 66 Organisasi Internasional Dinilai Ancam Stabilitas Global