Deep Sea Vision awalnya berangkat pada bulan September demi mencari pesawat Earhart menggunakan kapal selam Hugin, sedangkan gambar sonar ditangkap 30 hari setelah eksplorasi.
Pesawat itu ditemukan 16.500 kaki di dasar laut, dan berjarak kurang dari 100 mil dari Pulau Howland, tempat Earhart dijadwalkan untuk mengisi bahan bakar.
Pengguna Instagram dengan cepat berkomentar bahwa siluet pesawat di hasil sonar tidak terlalu mirip dengan Lockheed 10-E Electra.
Komentar lainnya menganggap bahwa gambar itu lebih menampilkan desain sayap menyapu.
Baca Juga: Jangan Melanggar! Hadapi Akibatnya Jika Masih Ngeyel, 5 Kata ini Tak Boleh Dicari di Google
Di sisi lain, muncul pendapat bahwa hal tersebut disebabkan oleh patahnya sayap akibat benturan dengan permukaan laut.
Jika bukan pesawat Earhart, Romeo berspekulasi bahwa siluet itu mungkin merupakan pesawat lain, atau benda yang jatuh dari kontainer pengiriman.
Romeo mengatakan, Deep Sea Visions berencana menggunakan kapal selam robotik untuk mencoba memotret gambar objek lebih baik.
Jika temuannya akurat, ia berencana bekerja sama dengan Smithsonian untuk mencoba mengangkat bangkai pesawat.***
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: bogor.urbanjabar.com
Artikel Terkait
China Batasi Drama CEO Jatuh Cinta ke Si Miskin, Sebut Sebar Harapan Palsu
Indonesia Khawatir, Langkah Trump Cabut Diri dari 66 Organisasi Internasional Dinilai Ancam Stabilitas Global
Iran Siagakan 400 Unit Tempur, Waspadai Serangan AS-Israel di Tengah Gejolak Dalam Negeri
Kapal Tanker Rusia Disita AS, Moskow Balas dengan Kapal Perang