Selama konflik berlangsung, Maroko sudah menggunakan tank tempur utama bermerek Abrams yang disuplai dari Amerika Serikat.
Bahkan, mereka rela untuk menambahnya dengan unit terbaru dari varian terbaru pula karena merasa belum cukup jika hanya menggunakan armada tempur yang sudah ada.
Menurut laporan dari media setempat, pengiriman varian terbaru Abrams untuk pasukan militer Maroko dilakukan melalui jalur darat dari arah utara menuju selatan dalam sebuah konvoi.
Aksi konvoi tank tersebut lantas menuai perhatian dari warga setempat di sekitar lokasi.
Maroko sendiri sudah meneken kontrak pembelian tank tempur utama Abrams untuk varian terbaru yang diproduksi General Dynamics Land Systems (GDLS) sebanyak 100 unit.
Laporan dari sumber lainnya menyebutkan bahwa negara tersebut juga sudah memperoleh tambahan 500 unit tank berlapis baja lainnya yang juga dipasok dari Amerika Serikat, Bradley.
Dengan kata lain, saat ini Maroko telah memiliki sebanyak kurang lebih 1.256 unit tank tempur utama.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: zonajakarta.com
Artikel Terkait
China Batasi Drama CEO Jatuh Cinta ke Si Miskin, Sebut Sebar Harapan Palsu
Indonesia Khawatir, Langkah Trump Cabut Diri dari 66 Organisasi Internasional Dinilai Ancam Stabilitas Global
Iran Siagakan 400 Unit Tempur, Waspadai Serangan AS-Israel di Tengah Gejolak Dalam Negeri
Kapal Tanker Rusia Disita AS, Moskow Balas dengan Kapal Perang