Wanita Turki Klaim Diri Anak Donald Trump, Desak Tes DNA untuk Buktikan

- Minggu, 18 Januari 2026 | 12:50 WIB
Wanita Turki Klaim Diri Anak Donald Trump, Desak Tes DNA untuk Buktikan

Klaim Necla tentu belum punya bukti kuat. Tapi keyakinannya tak goyah. Dia merasa ada kemiripan wajah yang luar biasa antara dirinya dengan Trump dan anak-anak Trump lainnya. Belum lagi dokumen status sipilnya yang menurutnya janggal, penuh dengan ketidak-konsistenan. Itu semua jadi alasan baginya untuk terus mendesak, berharap Trump bersedia menjalani tes DNA.

Namun begitu, jalan yang ditempuhnya tak mulus. September lalu, pengadilan keluarga di Ankara justru menolak permohonannya untuk tes paternitas. Alasannya klasik: bukti yang diajukan dinilai belum cukup untuk membuka prosedur hukum. Aturan di Turki memang ketat, butuh bukti signifikan untuk memaksa tes DNA, apalagi yang melibatkan warga negara asing. Dan warga asing yang satu ini bukan orang sembarangan dia pernah jadi orang paling berkuasa di planet ini.

Di sisi lain, Necla yang kini berusia 55 tahun itu sama sekali tak patah arang. Dia sudah mengajukan banding atas penolakan pengadilan. Beberapa petisi juga telah dikirimkannya ke Kedubes AS di Turki, bahkan sampai ke pengadilan Amerika. Sekarang, yang dilakukannya hanya menunggu. Menunggu dengan harap-harap cemas, apakah klaim hidupnya akan mendapat tanggapan atau justru tenggelam begitu saja.


Halaman:

Komentar