Promosi Mitsuko Tottori menjadi Presiden Japan Airlines (JAL) merupakan peristiwa penting ditengah minimnya keterlibatan kaum wanita pada jabatan-jabatan penting di Jepang.Negara matahari terbit tersebut hingga saat ini masih berdiskusi dengan persoalan kesetaraan gender.
Meskipun terdapat beberapa evaluasi, hanya sedikit maskapai penerbangan besar yang memiliki karyawan wanita dalam posisi kepemimpinan senior.
Mitsuko Tottori akan menggantikan Yuji Akasaka sebagai presiden pada 1 April. Akasaka akan menggantikan Yoshiharu Ueki sebagai ketua, posisi paling senior di maskapai ini.
Keputusan tersebut dilakukan beberapa minggu setelah sebuah pesawat Japan Airlines jatuh dengan pesawat penjaga pantai yang lebih kecil di Bandara Haneda, Tokyo.
Dikutip oleh JemberNetwork.com dari akun Youtube ANC 24/7, evakuasi yang diluar dugaan dengan memastikan seluruh 379 penumpang dan awak pesawat selamat, namun sayangnya lima dari enam awak pesawat penjaga pantai tewas.Misuko Tottori yang bekerja terdepan sebelum menjadi direktur Airlines pada tahun 2015 yang mengatakan bahwa beliau akan memprioritaskan keselamatan.
“Saya menghabiskan sebagian besar karir saya di garis depan keselamatan dan layanan pelanggan – yaitu divisi petugas kabinet,” ucap Mitsuko Totorri pada konferensi pers.
"Keselamatan operasional adalah pondasi maskapai penerbangan. Saya akan terus menunjukkan komitmen kuat saya terhadap prinsip ini,” ujarnya.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: jember.jatimnetwork.com
Artikel Terkait
Macron Serukan Koalisi Kemerdekaan untuk Lawan Dominasi AS dan China
Iran Klaim Tembak Jatuh Dua Jet Tempur AS, Bantah Klaim Trump Soal Pertahanan Udara
Akademisi Soroti Troll Army sebagai Alat Baru Propaganda Politik di Era Digital
Trump Ancam Rebut Pulau Kharg, Ultimatum AS ke Iran Berakhir 6 April