Kehadiran Flores di New York memang menarik perhatian. Posisinya bukan sembarangan. Sejak menikah dengan Maduro pada 2013, dia menjadi salah satu figur paling berpengaruh di lingkaran kekuasaan Caracas. Kini, dia justru berada di jantung musuh.
Setelah ditangkap, pasangan ini sempat dibawa ke Stewart Air National Guard Base. Namun kemudian, mereka dipindahkan ke Metropolitan Detention Center (MDC) Brooklyn. Itu adalah penjara federal dengan tingkat keamanan tinggi, tempat bagi narapidana kelas berat.
Kini, jalan mereka berdua jelas: menghadapi meja hijau. Jaksa Agung AS, Pam Bondi, sudah mengumumkan dakwaan resmi. Maduro dan Flores akan diadili di Pengadilan Distrik Selatan New York. Tuduhannya berat: konspirasi narco-terorisme, penyelundupan kokain, plus kepemilikan senjata otomatis dan perangkat peledak.
“Mereka akan segera menghadapi sepenuhnya keadilan Amerika, di tanah Amerika, dan di pengadilan Amerika,” tegas Bondi dalam pernyataannya di platform X.
Masa depan pasangan paling berkuasa di Venezuela itu kini gelap. Semuanya tergantung pada proses hukum yang akan berlangsung di negeri Paman Sam.
Artikel Terkait
Rapat Rahasia di Doha: Kepingan Rencana Transisi Venezuela Tanpa Maduro
Iran Siaga Penuh, Israel Kirim Pesan Rahasia: Ketegangan yang Tak Kunjung Reda
Pesan Rahasia Trump ke CEO Minyak: Bersiaplah Sebelum Serangan ke Venezuela
Siulan Maut di Malam Venezuela: Kisah Prajurit yang Terpental oleh Ledakan