MURIANETWORK.COM – Akhirnya, Cilia Flores muncul juga. Istri Presiden Venezuela Nicolas Maduro itu terlihat publik untuk pertama kalinya, setelah dirinya dan sang suami ditangkap pasukan khusus Amerika Serikat.
Momen yang cukup bersejarah ini diungkap oleh jurnalis Venezuela, Cesar Baez. Lewat unggahan di akun X pada Minggu, 4 Desember 2025, ia membagikan dokumentasi visual pertama yang menunjukkan keberadaan pasangan itu di wilayah AS. Laporannya mengutip informasi dari Hindustan Times.
“Gambar pertama yang memperlihatkan Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, yang kemungkinan berada di Kantor Lapangan DEA di Manhattan pada hari ini,” tulis Baez.
Unggahan itu menjadi bukti visual paling awal sejak operasi penangkapan digelar. Sebelumnya, tak ada satu pun gambaran jelas tentang kondisi mereka berdua.
Dalam rekaman yang beredar, Flores tampak memakai jaket hoodie berwarna hijau dan kuning. Tangannya terkatup di depan dada. Ia berjalan di area landasan, dikelilingi aparat bersenjata lengkap. Sepanjang pengawalan, mantan Ketua Majelis Nasional Venezuela itu sama sekali tidak menunjukkan gestur atau ekspresi tertentu. Wajahnya datar, kosong.
Berbeda dengan sang istri, Nicolas Maduro justru menunjukkan sikap lain. Meski berjalan dengan tangan diborgol di sebuah helipad New York City, di bawah pengamanan super ketat, ia sempat mengacungkan jempol. Lalu, ia memberikan tanda damai ke arah kamera.
Kehadiran Flores di New York memang menarik perhatian. Posisinya bukan sembarangan. Sejak menikah dengan Maduro pada 2013, dia menjadi salah satu figur paling berpengaruh di lingkaran kekuasaan Caracas. Kini, dia justru berada di jantung musuh.
Setelah ditangkap, pasangan ini sempat dibawa ke Stewart Air National Guard Base. Namun kemudian, mereka dipindahkan ke Metropolitan Detention Center (MDC) Brooklyn. Itu adalah penjara federal dengan tingkat keamanan tinggi, tempat bagi narapidana kelas berat.
Kini, jalan mereka berdua jelas: menghadapi meja hijau. Jaksa Agung AS, Pam Bondi, sudah mengumumkan dakwaan resmi. Maduro dan Flores akan diadili di Pengadilan Distrik Selatan New York. Tuduhannya berat: konspirasi narco-terorisme, penyelundupan kokain, plus kepemilikan senjata otomatis dan perangkat peledak.
“Mereka akan segera menghadapi sepenuhnya keadilan Amerika, di tanah Amerika, dan di pengadilan Amerika,” tegas Bondi dalam pernyataannya di platform X.
Masa depan pasangan paling berkuasa di Venezuela itu kini gelap. Semuanya tergantung pada proses hukum yang akan berlangsung di negeri Paman Sam.
Artikel Terkait
Iran Tegaskan Hanya Diplomasi Solusi untuk Isu Nuklir, Peringatkan Konsekuensi Militer
Obama Tegaskan Tak Ada Bukti Kunjungan Alien ke Bumi Saat Ia Presiden
Lima Negara NATO Tuduh Rusia Racun Navalny dengan Epibatidine
Pengamat Timur Tengah Ragukan Ambisi Perdamaian Trump, Sebut Hanya Ingin Jadi Pemimpin Acara