Menurut Rodríguez, serangan ini bukanlah hal yang mendadak. “Kami sudah memperingatkan bahwa agresi sedang berlangsung dengan dalih dan kedok palsu,” katanya. Topeng itu kini terlepas, dan tujuannya hanya satu: menggulingkan pemerintahan yang sah di Caracas. Ia yakin motif di baliknya adalah kekayaan alam Venezuela yang melimpah.
“Perubahan rezim ini juga akan memungkinkan perebutan energi, mineral, dan sumber daya alam kita,” lanjut Rodríguez. “Inilah tujuan sebenarnya.”
Namun begitu, di tengah kecaman kerasnya, Rodríguez masih menyisakan ruang untuk diplomasi. Ia menyatakan Venezuela tetap membuka pintu dialog dengan Amerika Serikat. Syaratnya jelas: hubungan itu harus dibangun dengan dasar saling menghormati, dan yang terpenting, kedaulatan Venezuela tidak boleh diganggu gugat.
Pidato itu jelas sebuah penolakan. Sekaligus pengingat bahwa krisis politik ini masih jauh dari kata selesai.
Artikel Terkait
Macron Serukan Koalisi Kemerdekaan untuk Lawan Dominasi AS dan China
Iran Klaim Tembak Jatuh Dua Jet Tempur AS, Bantah Klaim Trump Soal Pertahanan Udara
Akademisi Soroti Troll Army sebagai Alat Baru Propaganda Politik di Era Digital
Trump Ancam Rebut Pulau Kharg, Ultimatum AS ke Iran Berakhir 6 April