MURIANETWORK.COM - Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencananya untuk mengirimkan sebuah kapal rumah sakit ke Greenland. Pernyataan yang disampaikan melalui media sosial pada akhir pekan ini, kembali menyoroti ketertarikannya yang lama terhadap wilayah otonom Denmark tersebut. Rencana ini diklaim sebagai upaya bantuan medis, meski detail penerima dan skalanya belum dijelaskan secara rinci.
Pengumuman Melalui Media Sosial
Dalam unggahannya di platform Truth Social, Trump menyatakan kapal rumah sakit akan dikirim untuk menangani masalah kesehatan di wilayah Arktik itu. Ia menggambarkan kapal tersebut sebagai fasilitas yang "hebat" dan menyatakan proses pengiriman sedang berlangsung.
"Kita akan mengirimkan kapal rumah sakit yang hebat ke Greenland untuk merawat banyak orang yang sakit, dan tidak dirawat di sana," tulisnya.
"Sedang dalam perjalanan!!!" tambah mantan presiden itu dengan penuh semangat.
Visualisasi dan Koordinasi Pengiriman
Unggahan tersebut disertai sebuah gambar yang diduga merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan. Gambar itu memperlihatkan kapal rumah sakit kelas Mercy milik Angkatan Laut AS, USNS Mercy, yang biasanya beroperasi di Pasifik, seolah-olah sedang berlayar menuju pemandangan Greenland yang dipenuhi pegunungan bersalju. Meski gambar ini bersifat ilustratif, pesan inti tentang pengiriman bantuan tetap menjadi fokus.
Trump juga menyebutkan bahwa langkah ini dikoordinasikan dengan Gubernur Louisiana, Jeff Landry, yang telah ditunjuk sebagai utusannya untuk urusan Greenland sejak akhir tahun lalu. Penunjukan Landry ini bukan tanpa tanda-tanda. Beberapa waktu sebelumnya, dalam perayaan Mardi Gras di New Orleans, Landry pernah mengunggah foto dirinya bersama beberapa tamu sambil memegang bendera Greenland.
"Senang sekali menjamu beberapa orang hebat dari Greenland," tulis Landry dalam keterangan fotonya kala itu.
Latar Belakang Ketegangan Diplomatik
Inisiatif Trump ini tidak bisa dilepaskan dari konteks sejarah ketertarikannya terhadap Greenland, yang sempat memicu ketegangan diplomatik. Pada masa pemerintahannya, ia secara terbuka menyatakan minat untuk membeli wilayah tersebut dan bahkan sempat mengancam akan merebutnya, sebuah pernyataan yang ditanggapi dingin oleh Denmark sebagai negara pemegang kedaulatan.
Ketertarikan itu didorong oleh pertimbangan strategis, di mana Greenland yang kaya sumber daya mineral dinilai sangat penting untuk keamanan nasional AS dan kepentingan NATO di kawasan Arktik, terutama dalam menghadapi pengaruh Rusia dan Tiongkok. Baru-baru ini, kunjungan Raja Denmark Frederik X ke Greenland juga diamati oleh banyak pengamat terjadi di tengah meningkatnya kembali perhatian dunia terhadap wilayah tersebut.
Perkembangan Terkini
Meski pernah menarik kembali ancaman akuisisi paksa setelah disebut-sebut mencapai kesepakatan kerangka kerja dengan Sekjen NATO, minat Trump terhadap Greenland tampaknya belum padam. Rencana pengiriman kapal rumah sakit ini, terlepas dari niat kemanusiaannya, kembali mengingatkan semua pihak pada ambisi strategis dan politik yang telah lama mengelilingi pulau terbesar di dunia itu. Kejelasan lebih lanjut mengenai realisasi dan operasi bantuan medis ini masih ditunggu.
Artikel Terkait
Fadli Zon Soroti Potensi Indonesia sebagai Pusat Kebudayaan Dunia di UMSurabaya
Ustaz Dasad Latif Ingatkan Pentingnya Syukur untuk Hindari Kufur Nikmat di Gaspoll Sahur
Polisi Gianyar Gelar Razia Besar-besaran Cari Warga Ukraina yang Diduga Diculik di Bali
PB ESI Buka Seleksi Nasional Atlet Esports untuk Asian Games 2026