Menurut UEA, setiap langkah harus berdasarkan fakta yang jelas dan koordinasi yang baik. Tujuannya cuma satu: menjaga stabilitas kawasan dan mendorong solusi politik untuk mengakhiri krisis Yaman yang tiada ujung.
Insiden ini memperlihatkan retaknya persekutuan yang dulu tampak kokoh. Selama ini, Arab Saudi konsisten mendukung pemerintah Yaman yang sah. Sementara UEA, di sisi lain, kerap dituding punya agenda sendiri dengan mendukung kelompok-kelompok bersenjata lokal dengan alasan memerangi terorisme.
Menariknya, serangan ke Al Mukalla terjadi hanya beberapa jam setelah permintaan resmi dari pihak Yaman. Rashad Al Alimi, Kepala Dewan Kepresidenan Yaman, secara terbuka meminta bantuan Riyadh untuk menghadapi separatis yang makin agresif. Dia bahkan tak ragu menuding UEA sebagai dalang di balik manuver STC.
Demikian pernyataan tegas Kementerian Luar Negeri Arab Saudi. Namun, UEA kembali bersikeras. Mereka menyatakan tidak pernah mengarahkan STC untuk melakukan operasi militer, apalagi yang menyentuh perbatasan Saudi-Yaman. Tuduhan itu, kata mereka, sama sekali tidak berdasar dan justru berisiko memperkeruh keadaan.
Artikel Terkait
Macron Serukan Koalisi Kemerdekaan untuk Lawan Dominasi AS dan China
Iran Klaim Tembak Jatuh Dua Jet Tempur AS, Bantah Klaim Trump Soal Pertahanan Udara
Akademisi Soroti Troll Army sebagai Alat Baru Propaganda Politik di Era Digital
Trump Ancam Rebut Pulau Kharg, Ultimatum AS ke Iran Berakhir 6 April