“Anak-anak di bawah 5 tahun berada dalam resiko malnutrisi yang parah. Karena resiko kelaparan ini, berarti seluruh generasi Palestina di Gaza menghadapi keterbatasan jangka panjang pada kemampuan kognitif dan fisik mereka,” lanjut Fakhri.
“Yang jelas ini adalah hasil usaha dari pemboman Israel, ini adalah hasil dari penolakan bantuan kemanusiaan,” tambahnya.
“Kami tidak pernah melihat sesuatu yang begitu brutal terjadi begitu cepat”.
Israel akan terus lanjutkan perang
Salah satu editor publikasi online Jadaliyya, Mouin Rabbani, mengatakan bahwa meskipun ada laporan-laporan mengenai pembicaraan tentang kesepakatan pertukaran tawanan, gencatan senjata di Gaza tampaknya tidak akan segera terjadi.
“Israel tidak mampu mencapai tujuan militer utamanya, apalagi mencapai hasil yang menentukan,” kata Rabbani kepada Al Jazeera.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: bicaraberita.com
Artikel Terkait
Macron Serukan Koalisi Kemerdekaan untuk Lawan Dominasi AS dan China
Iran Klaim Tembak Jatuh Dua Jet Tempur AS, Bantah Klaim Trump Soal Pertahanan Udara
Akademisi Soroti Troll Army sebagai Alat Baru Propaganda Politik di Era Digital
Trump Ancam Rebut Pulau Kharg, Ultimatum AS ke Iran Berakhir 6 April