“Anak-anak di bawah 5 tahun berada dalam resiko malnutrisi yang parah. Karena resiko kelaparan ini, berarti seluruh generasi Palestina di Gaza menghadapi keterbatasan jangka panjang pada kemampuan kognitif dan fisik mereka,” lanjut Fakhri.
“Yang jelas ini adalah hasil usaha dari pemboman Israel, ini adalah hasil dari penolakan bantuan kemanusiaan,” tambahnya.
“Kami tidak pernah melihat sesuatu yang begitu brutal terjadi begitu cepat”.
Israel akan terus lanjutkan perang
Salah satu editor publikasi online Jadaliyya, Mouin Rabbani, mengatakan bahwa meskipun ada laporan-laporan mengenai pembicaraan tentang kesepakatan pertukaran tawanan, gencatan senjata di Gaza tampaknya tidak akan segera terjadi.
“Israel tidak mampu mencapai tujuan militer utamanya, apalagi mencapai hasil yang menentukan,” kata Rabbani kepada Al Jazeera.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: bicaraberita.com
Artikel Terkait
China Batasi Drama CEO Jatuh Cinta ke Si Miskin, Sebut Sebar Harapan Palsu
Indonesia Khawatir, Langkah Trump Cabut Diri dari 66 Organisasi Internasional Dinilai Ancam Stabilitas Global
Iran Siagakan 400 Unit Tempur, Waspadai Serangan AS-Israel di Tengah Gejolak Dalam Negeri
Kapal Tanker Rusia Disita AS, Moskow Balas dengan Kapal Perang