Pelajar SMP Tewas Tenggelam di DAM Subak Tegan Badung
Sebuah peristiwa tragis menimpa seorang pelajar SMP berinisial I Kadek DA (12 tahun). Remaja asal Banjar Tegal Kori, Denpasar Utara ini ditemukan tewas setelah tenggelam di DAM Subak Tegan, Banjar Panglan, Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.
Kejadian naas tersebut berlangsung pada Jumat sore. Korban dilaporkan tidak memiliki kemampuan berenang, yang menjadi faktor utama dalam insiden memilukan ini.
Kronologi Tenggelamnya Pelajar di Badung
Berdasarkan informasi, petaka bermula ketika korban bersama sepuluh orang temannya pergi untuk berenang. Mereka tiba di lokasi DAM Subak Tegan sekitar pukul 14.30 WITA.
Setelah sempat mandi sebentar, seluruh rombongan memutuskan untuk beristirahat di pinggir sungai. Namun, I Kadek DA rupanya ingin kembali berenang, kali ini justru di area pusaran air DAM Subak Tegan yang berbahaya.
Meskipun telah dilarang oleh teman-temannya yang mengetahui bahwa ia tidak bisa berenang, korban nekad menceburkan diri. Dalam hitungan detik, tubuhnya langsung tersedot dan tertarik oleh pusaran air.
Upaya Penyelamatan yang Berakhir Pilu
Melihat korban yang panik dan berteriak minta tolong, teman-temannya berusaha menolong. Sayangnya, upaya mereka untuk menarik korban tidak berhasil dan korban terlepas.
Mereka kemudian meminta bantuan seorang pedagang bakso keliling bernama Supardi (50 tahun) yang kebetulan melintas. Supardi lalu menghubungi pecalang setempat untuk meminta bantuan lebih lanjut.
Pecalang yang datang segera menutup DAM Subak Tegan dan melakukan operasi pencarian. Korban akhirnya berhasil ditemukan dan ditarik ke atas, namun nyawanya sudah tidak dapat diselamatkan.
"Korban berhasil ditemukan dan ditarik naik ke atas, tetapi kondisinya sudah meninggal dunia," ujar Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Inastuti.
Kondisi Korban dan Hasil Pemeriksaan Awal
Jenazah korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans PMI Badung menuju RSD Mangusada untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dari hasil pemeriksaan tim medis, ditemukan luka lecet di pipi kiri korban. Hidung korban juga mengeluarkan busa yang bercampur dengan darah.
Pihak berwenang memberikan indikasi sementara. "Indikasi sementara korban meninggal karena telat memberi pertolongan. Kebetulan korban juga tidak bisa berenang," tutur Aiptu Ni Nyoman Inastuti.
Peristiwa ini menjadi peringatan penting mengenai bahaya berenang di lokasi yang tidak aman, terutama bagi mereka yang tidak terampil berenang.
Artikel Terkait
KPK Bergerak Serentak: Jakarta dan Banjarmasin Diguncang OTT
Di Balik Penampilan Prima Jokowi, Tradisi Hukum Kuno yang Masih Membayangi
Jaringan Judi Online Berbasis Kamboja Dibongkar dari Kamar Kos Palembang
Desakan Keras: Aparat Hukum Didorong Periksa Jokowi Terkait Dua Kasus Besar