“Terbuka kemungkinan untuk memanggil siapa saja yang diduga mengetahui atau mendapatkan aliran uang terkait dugaan tindak pidana korupsi di BJB,” katanya lagi. Namun begitu, Budi enggan merinci berapa banyak pihak yang diduga menerima aliran dana dari RK. “Masih terus didalami,” ujarnya singkat.
Pemeriksaan terhadap Ridwan Kamil difokuskan pada aset-asetnya. Dari mana sumber perolehannya, dan kenapa ada yang tak tercantum dalam LHKPN. Penyidik juga menyita sejumlah barang, seperti sebuah sepeda motor Royal Enfield yang ternyata atas nama orang lain, plus sebuah mobil antik yang pembayarannya belum lunas.
Penyitaan ini bukan cuma untuk bukti sidang. Lebih dari itu, upaya pemulihan kerugian negara jadi tujuan utama.
Hingga saat ini, KPK sudah menetapkan lima tersangka. Mereka adalah Yuddy Renaldi (Pimpinan Divisi Corsec Bank BJB), Widi Hartono (pemilik agensi Arteja Mulyatama dan Cakrawala Kreasi Mandiri), Ikin Asikin Dulmanan (pemilik agensi PSJ dan USPA), Suhendrik (pemilik agensi CKMB dan CKSB), serta Sophan Jaya Kusuma. Kasusnya masih terus bergulir, dan kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.
Artikel Terkait
KPK Bergerak Serentak: Jakarta dan Banjarmasin Diguncang OTT
Di Balik Penampilan Prima Jokowi, Tradisi Hukum Kuno yang Masih Membayangi
Jaringan Judi Online Berbasis Kamboja Dibongkar dari Kamar Kos Palembang
Desakan Keras: Aparat Hukum Didorong Periksa Jokowi Terkait Dua Kasus Besar