Alasan Mengejutkan Deddy Corbuzier Tolak Bikin Video Klarifikasi Perceraian dengan Sabrina

- Kamis, 13 November 2025 | 07:40 WIB
Alasan Mengejutkan Deddy Corbuzier Tolak Bikin Video Klarifikasi Perceraian dengan Sabrina

Alasan Tak Terduga Deddy Corbuzier Menolak Buat Video Klarifikasi Perceraian

Pasangan selebriti Deddy Corbuzier dan Sabrina Chairunnisa resmi mengakhiri pernikahan mereka setelah tiga tahun membina rumah tangga. Keputusan ini menjadi sorotan publik mengingat keduanya merupakan figur terkenal di Indonesia.

Yang menarik dari proses perceraian ini adalah sikap keduanya yang tetap menjaga keharmonisan. Berbeda dengan kasus perceraian publik lainnya, tidak ada saling menyalahkan antara Deddy dan Sabrina. Mereka justru menunjukkan sikap saling menghargai saat memberikan penjelasan kepada masyarakat.

Namun, banyak yang bertanya-tanya mengapa klarifikasi perceraian ini hanya disampaikan melalui pernyataan tertulis, bukan video. Ternyata, Deddy Corbuzier memiliki alasan khusus dibalik keputusan ini.

Menurut Deddy, alasan utama penolakannya membuat video klarifikasi adalah untuk menghindari analisis berlebihan dari berbagai pihak. Dia tidak ingin ada pakar bahasa tubuh atau ekspresi yang mengamati gerak-geriknya dan Sabrina selama video berlangsung.

Dalam konten terbaru di kanal YouTube-nya, Deddy menjelaskan: "Kita sepakat, kayaknya nggak usah bikin video ya, bikin tulisan aja. Tahu nggak alasannya? Karena kalau kita bikin video akan ada pakar ekspresi."

Deddy juga menekankan bahwa hubungan mereka tetap baik pasca perceraian. "Gue masih chat-chat-an sama dia, masih ketemu sama dia, masih ketawa bareng sama dia, kita masih ada bisnis bareng juga sama dia," ungkapnya.

Proses perceraian ini secara resmi diajukan oleh Sabrina Chairunnisa ke Pengadilan Agama Tigaraksa pada pertengahan Oktober 2025. Tak lama setelah pengajuan gugatan, kedua belah pihak merilis pernyataan bersama melalui platform media sosial mereka.

Dalam pernyataan tertulis tersebut, Sabrina menyebutkan bahwa keputusan berpisah telah dipikirkan matang-matang. Keduanya menegaskan bahwa perpisahan ini didasari oleh rasa cinta, kejujuran, dan keinginan untuk mencapai kedamaian, bukan karena kemarahan atau konflik.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar