Strategi Fashion Mewah Hotman Paris: Senjata Psikologis untuk Kredibilitas Internasional

- Selasa, 11 November 2025 | 13:15 WIB
Strategi Fashion Mewah Hotman Paris: Senjata Psikologis untuk Kredibilitas Internasional

Hotman Paris Hutapea, pengacara ternama Indonesia, kembali menarik perhatian dengan gaya busananya yang gemerlap. Di balik jas bling-bling dan perhiasan miliaran rupiah, Hotman mengungkapkan bahwa penampilannya merupakan strategi bisnis yang matang untuk membangun kredibilitas di mata klien internasional.

"Penampilan ini adalah modal untuk berbisnis. Uang mencari uang," tegas Hotman Paris dalam sebuah kesempatan di Jakarta Selatan.

Hotman mengaku mengalami perubahan selera fashion dalam lima tahun terakhir, dari gaya yang sederhana menjadi lebih mencolok seiring dengan perkembangan kariernya di dunia hukum dan hiburan. Untuk mendukung penampilannya, ia memiliki penjahit pribadi yang secara rutin membuatkan satu hingga dua setelan jas baru setiap minggu.

"Setiap minggu saya menerima satu atau dua jas baru. Di lemari saya terdapat ratusan jas, dan saya memilih sendiri yang akan dipakai," jelasnya mengenai koleksi jas mewahnya.

Proses mix and match outfit hariannya dilakukan dengan sistem yang terorganisir. Meskipun Hotman sendiri yang memilih jasnya, kombinasi dengan aksesori lainnya biasanya ditangani oleh istrinya atau asisten rumah tangga yang telah berpengalaman.

Lebih dari sekadar gaya, penampilan mewah ini disebut Hotman sebagai senjata psikologis saat berhadapan dengan pengacara asing. Berdasarkan pengalamannya selama dua dekade menangani kasus internasional, ia meyakini bahwa penampilan memegang peranan penting dalam membangun persepsi.

"Klien internasional seringkali memandang rendah orang Asia. Dengan mengenakan berlian 43 miliar, mereka langsung tahu bahwa mereka berhadapan dengan orang berkualitas," ungkap Hotman tentang strateginya.

Hotman juga menjelaskan bahwa detail fashion seperti sepatu Louboutin ratusan juta dan dasi Stefano Ricci turut berkontribusi dalam membangun image profesionalnya di mata klien global.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar