Na Daehoon Mualaf: Alasan Mengharukan & Perjalanan Hidayah ke Islam

- Senin, 03 November 2025 | 23:20 WIB
Na Daehoon Mualaf: Alasan Mengharukan & Perjalanan Hidayah ke Islam

Alasan Na Daehoon Mualaf: Kisah Hidayah dari Nilai Luhur Korea

Motivator ternama Indonesia, Ary Ginanjar, berbagi cerita pertemuan inspiratif dengan influencer Korea Selatan, Na Daehoon, yang memutuskan untuk mualaf. Pertemuan ini mengungkap perjalanan spiritual Daehoon dalam menemukan Islam.

Pertemuan Istimewa di Kediaman Ary Ginanjar

Ary Ginanjar mengunggah momen spesial kedatangan Na Daehoon beserta ketiga anaknya, Na Junho, Na Eunho, dan Na Jena, ke akun Instagramnya. Dalam caption-nya, Ary menyebut Daehoon yang dulunya bekerja sebagai koki di Korea, kini telah menjadi mualaf dan influencer.

Kesamaan Nilai Islam dan Budaya Korea Zaman Dulu

Menurut penuturan Ary Ginanjar, keputusan Daehoon untuk mualaf berawal dari penemuannya tentang keselarasan antara nilai-nilai Islam dengan budaya Korea tradisional. Daehoon menyoroti kesamaan prinsip seperti kejujuran, larangan berbohong, dan kewajiban menutup aurat bagi perempuan yang dahulu kuat dalam masyarakat Korea.

Sayangnya, nilai-nilai luhur tersebut dinilai mulai luntur di Korea modern. Pencarian akan kebenaran dan kebaikan inilah yang akhirnya membawa Daehoon pindah ke Indonesia dan menemukan hidayah untuk memeluk Islam secara kaffah.

Dukungan untuk Na Daehoon sebagai Ayah Tunggal

Ary Ginanjar juga menyebut Daehoon kini menjalani peran sebagai ayah tunggal bagi ketiga anaknya. Meski belum resmi bercerai dengan Jule, situasi rumah tangganya sedang menjadi sorotan. Doa dan dukungan mengalir untuk Daehoon agar dapat membesarkan anak-anaknya menjadi pribadi yang soleh, solehah, dan bertaqwa.

Na Daehoon, yang telah menetap di Indonesia sejak 2002, memutuskan untuk mualaf sebelum menikahi Jule pada 2021. Kisah hidupnya kini menjadi inspirasi banyak orang, terutama dalam menghadapi ujian rumah tangga.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar