Kontroversi Pandji Pragiwaksono: Kritik Stand Up Comedy Melecehkan Adat Toraja

- Senin, 03 November 2025 | 11:40 WIB
Kontroversi Pandji Pragiwaksono: Kritik Stand Up Comedy Melecehkan Adat Toraja

Kontroversi Pandji Pragiwaksono: Kritik Lawakan Stand Up Comedy yang Dinilai Melecehkan Adat Toraja

Komedian Pandji Pragiwaksono menjadi sorotan publik setelah video stand up comedy-nya tentang adat pemakaman Toraja, Rambu Solo, viral di media sosial. Potongan video tersebut memicu kontroversi karena dinilai merendahkan martabat dan budaya masyarakat Toraja.

Isi Lawakan Pandji Pragiwaksono yang Memicu Kemarahan

Dalam penampilannya, Pandji menyebut tradisi Rambu Solo membutuhkan biaya besar hingga menyebabkan kemiskinan. "Di Toraja, kalau ada anggota keluarga yang meninggal, dimakamkan dengan pesta yang sangat mahal. Banyak orang Toraja yang jatuh miskin setelah menggelar pesta pemakaman keluarganya," ujarnya.

Lebih lanjut, Pandji bercanda tentang praktik penempatan jenazah di ruang tamu bagi keluarga yang tidak mampu membiayai pemakaman. Kelakar ini menuai protes keras dari berbagai pihak.

Reaksi Anggota DPR RI Frederik Kalalembang

Anggota Komisi I DPR RI, Frederik Kalalembang, menyatakan kegeramannya terhadap konten stand up comedy Pandji tersebut. Frederik menegaskan tidak ada masyarakat Toraja yang miskin karena menghormati leluhur dan memegang teguh adat istiadat.

"Kita tunggu keterangan resmi dari yang bersangkutan. Rencananya saya akan mengundangnya untuk klarifikasi agar tidak terjadi salah penafsiran," tegas Frederik.

Pentingnya Menghormati Budaya dan Adat Istiadat

Frederik mengingatkan semua pihak, terutama figur publik, untuk lebih berhati-hati dalam menafsirkan adat istiadat. Setiap budaya di Indonesia memiliki makna dan nilai luhur yang harus dihormati, bukan dijadikan bahan lelucon.

Kontroversi Pandji Pragiwaksono ini menyoroti pentingnya sensitivitas budaya dalam konten hiburan, khususnya stand up comedy yang membahas isu-isu tradisi dan kepercayaan masyarakat.

Komentar