Kenan Yildiz: Dari Bayern ke Juventus, Kisah Pemuda yang Pilih Turki dan Bikin Jerman Menyesal

- Sabtu, 31 Januari 2026 | 06:00 WIB
Kenan Yildiz: Dari Bayern ke Juventus, Kisah Pemuda yang Pilih Turki dan Bikin Jerman Menyesal

Kenan Yildiz: Wonderkid yang Memikat Eropa

Nama Kenan Yildiz belakangan ini terus mencuat. Bukan tanpa sebab, pemain muda Juventus itu memang sedang bersinar. Performanya di level tertinggi membuat banyak mata tertuju padanya, tak heran jika kemudian ia jadi bahan perbincangan hangat di kalangan pencinta sepak bola.

Bahkan, kabarnya beberapa raksasa Eropa mulai meliriknya dengan serius. Reputasinya sebagai salah satu talenta terbaik generasinya kian tak terbantahkan.

Perjalanan Unik Seorang Yildiz

Profilnya memang menarik untuk ditelusuri. Lahir di Regensburg, Jerman, pada 4 Mei 2005, Kenan tumbuh dalam keluarga multikultural. Ayahnya berasal dari Turki, sementara ibunya berkebangsaan Jerman. Latar belakang ini kelak memberinya pilihan penting di karier internasional.

Yang menarik, meski lahir dan besar di Jerman, darah dan panggilan hatinya justru mengarahkannya untuk membela Turki. Sebuah keputusan yang punya cerita tersendiri.

Dibesarkan di Sarang Raksasa Bayern

Bakatnya sudah terlihat sejak kecil. Ia mengasah kemampuan pertamanya di akademi lokal seperti Sallern Regensburg dan Jahn Regensburg. Namun, bintangnya benar-benar bersinar saat menarik perhatian skout Bayern Munich.

Bayern tak menyia-nyiakan kesempatan. Mereka merekrutnya saat Kenan baru berusia tujuh tahun! Selama bertahun-tahun di akademi raksasa Bavaria itu, ia berkembang menjadi pemain menyerang yang lengkap. Tekniknya bagus, visinya tajam, dan yang paling mencolok: insting golnya yang sangat baik.

Namun begitu, jalan cerita berubah di tahun 2022. Kontraknya bersama Bayern tak diperpanjang. Momen itu, yang bagi sebagian orang mungkin terlihat seperti akhir, justru menjadi awal babak baru yang lebih gemilang.

Pilihan Berani ke Turin

Setelah hengkang dari Bayern, bursa pemain muda pun gempar. Banyak klub elite yang mengantre, termasuk Barcelona yang dikabarkan sangat berminat. Tapi Yildiz punya pertimbangan lain.


Halaman:

Komentar