Dalam kesempatan itu, Fuji juga bicara soal peran orang tuanya. Menurutnya, sejak awal orang tuanya selalu berusaha memantau setiap aktivitas kerjanya.
"Sebenernya dari dulu orang tua tuh selalu monitor ya, selalu nanyain," akunya.
"Cuma karena akunya mungkin sudah kelelahan kerja, kadang udahlah aku pengen orang tua aku terima beres aja. Udah, aku mah yang penting kerja."
Sayangnya, komunikasi soal detail pekerjaan itu kerap tak utuh. Alhasil, orang tuanya pun tak punya gambaran lengkap.
"Tapi karena mungkin aku ceritanya juga setengah-setengah sama Mama Papa tentang detail kerjaan, jadi mereka juga nggak punya kuasa lebih," katanya.
Di usia 23 tahun ini, ia menyadari bahwa minimnya komunikasi itu jadi pelajaran pahit. Kini, Fuji berniat berubah.
"Mereka nggak tahu menahu juga, tiba-tiba ya udah kena batunya sendiri. Jadi aku belajar deh, semuanya ceritain sama orang tua mulai dari detail kerja, di mana, sama siapa. Pokoknya cerita semua," pungkasnya.
Artikel Terkait
Laura Moane Tantang Diri dengan Bahasa Sunda di Film Terbaru Sunda Emperor
Misteri Ayah Ressa, Denada Pilih Bungkam di Tengah Badai Spekulasi
Acha Septriasa Buka Luka Masa Kecil, Ubah Luka Jadi Pedoman Jadi Ibu
Fuji Berjuang Menahan Duka di Tengah Duka Lula Lahfah