"Tega, sungguh tega. Banyak perumahan di sekitaran sini, kenapa harus dibuang telanjang hidup-hidup di sini? Di pinggir jalan besar? Di tempat anjing-anjing besar lewat?" sambungnya.
Meski begitu, ia tidak bisa membawa pulang dan merawat bayi tersebut dengan sejumlah pertimbangan. Nana lebih memilih menitipkannya ke Dinas Sosial.
"Sebagai seorang ibu, berat meninggalkan bayi ini lagi, rasa hati ingin bawa pulang dan rawat, seperti titipan dari Tuhan. Tapi pastinya itupun bukan hal yang mudah dilakukan, banyak sekali pertimbangan dalam membesarkan anak," kata Nana.
"Sekarang, kami serahkan bayi ini ke dinas sosial karena itu sesuatu yang benar dilakukan," sambungnya.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: dkylb.com
Artikel Terkait
Kenan Yildiz: Dari Bayern ke Juventus, Kisah Pemuda yang Pilih Turki dan Bikin Jerman Menyesal
Tabung Whip Pink di Apartemen Lula Lahfah Dikirim oleh ART
Denada Buka Suara Soal Gugatan Anak: Saya Tak Pernah Tidak Mengakui Ressa
Fadly Faisal Kenang Lula: Dia Traveling ke Eropa, Tapi Pesan Rendang