Dahlia Poland Relakan Anak demi Cinta yang Tak Sempurna

- Senin, 19 Januari 2026 | 12:45 WIB
Dahlia Poland Relakan Anak demi Cinta yang Tak Sempurna

Kehidupan publik Dahlia Poland memang kembali berdenyut pasca perceraiannya dari Fandy Christian. Tapi di balik itu, ada sebuah keputusan yang bikin banyak orang mengernyit. Kenapa, ya?

Alih-alih memperebutkan harta atau hak asuh, Dahlia justru memilih jalan yang jarang ditempuh. Ia melepas ketiga anaknya untuk tinggal bersama mantan suaminya. Bukan perkara mudah, tentu saja. Keputusan ini diambilnya setelah berpikir panjang, dengan satu alasan utama: demi sang buah hati.

Dalam sebuah obrolan di podcast Melaney Ricardo, Dahlia mencoba menjabarkan isi kepalanya. Suaranya terdengar lirih namun tegas.

"Kakiku belum berdiri cukup kuat untuk bisa membawa mereka bertiga untuk sama aku."

Itu pengakuannya. Jujur, dan terasa sekali getirnya. Ia merasa kondisi hidupnya sendiri belum stabil. Membawa anak-anak ikut dalam ketidakpastian itu, menurutnya, bukanlah hal yang bijak.

Di sisi lain, ia melihat anak-anaknya sudah mendapatkan fasilitas yang memadai di rumah sang ayah. Dahlia tak ingin mereka merasakan goncangan yang terlalu dalam. "Aku enggak mau kalau misalkan mereka berpikir 'gila ya nyokap bokap gue udah cerai terus hidup gue jadi turun' gitu," ujarnya lagi. Baginya, menjaga kenyamanan dan rasa aman anak-anak adalah segalanya, meski harga yang harus dibayar adalah kehilangan.

Namun begitu, mengikhlaskan hal ini jelas bukan pekerjaan sehari dua hari. Sebagai ibu yang mengurus sendiri anak-anaknya sejak mereka lahir, rasa kehilangan itu terasa amat sangat.

"Sebenarnya gak bisa pisah, karena dari lahir aku ngurusin sendiri semua."

Hal yang paling menyiksa? Tidak lagi bisa bersama mereka 24 jam penuh. "Hal yang paling tidak ikhlas sampai sekarang cuma itu," akunya. Lalu, dengan suara bergetar, ia menambahkan, "Aku harus melakukan itu, because i love them too much." Cinta yang justru memilih untuk melepaskan.

Kesepian itu paling terasa ketika malam tiba. Ritual sederhana nan riang sebelum tidur, yang dulu selalu ia jalani, kini tinggal kenangan. "Biasanya aku yang nganterin mereka ke atas untuk tidur. Terus biasanya kita tuh ngitung dan mereka bertiga lari ke atas. Hal-hal kaya gitu sih kangen," kenangnya.

Kini, rumah yang dulu ramai oleh tawa dan lari-larian anak, terasa sunyi. Dahlia pun mengakui, "Sekarang tinggal sendiri, sepi aja sih."

Dua kata itu mungkin ringan diucapkan, tapi sepertinya menyimpan segunung rasa yang dalam. Perjalanannya untuk benar-benar "berdiri kuat" masih panjang, dan ia harus menempuhnya seorang diri setidaknya untuk sementara waktu.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar