Mawa Tolak Damai, Desak Polisi Lanjutkan Perkara Insanul Fahmi dan Inara Rusli

- Kamis, 15 Januari 2026 | 10:45 WIB
Mawa Tolak Damai, Desak Polisi Lanjutkan Perkara Insanul Fahmi dan Inara Rusli

Wardatina Mawa masih belum siap berdamai dengan Inara Rusli dan Insanul Fahmi. Melalui pengacaranya, ia mendesak polisi untuk segera menggelar perkara terkait laporan perzinaan yang ia ajukan.

Di Polda Metro Jaya, kasus itu terus bergulir. Semua berawal dari laporan Mawa yang menuding Insanul Fahmi masih resmi sebagai suaminya saat itu berselingkuh dengan Inara Rusli. Belakangan, terungkap fakta yang bikin banyak orang mengernyit: Insan dan Inara ternyata sudah menikah siri sejak Agustus 2025 silam.

Nah, situasinya pun jadi saling serang. Tak mau diam, Inara Rusli balik melaporkan Mawa. Tuduhannya, akses ilegal ke rekaman CCTV di rumahnya. Rekaman itulah yang sebelumnya dipakai Mawa sebagai barang bukti untuk laporannya.

Pihak Mawa: Masih Sakit Hati

Sebelumnya, Inara sempat mengajukan opsi restorative justice. Tapi sampai sekarang, pintu damai itu belum juga terbuka dari sisi Mawa.

Dharma Praja, kuasa hukum Mawa, mengungkapkan kliennya masih terluka. Rasa kecewa terhadap mantan istri Virgoun itu masih sangat mendalam.

"Rasa kecewa yang mendalam Mawa masih terasa di hatinya pasti," kata Dharma.

Menurutnya, Mawa masih butuh waktu untuk mempertimbangkan pertemuan dengan Inara dan Insan. Di sisi lain, ia mendorong agar kasus ini segera naik ke tahap penyidikan.

"Jadi sampai saat ini memang masih membutuhkan waktulah kalau memang ingin diadakan pertemuan itu gitu," jelasnya.

"Karena restorative justice ditolak, kami berharap penyidik segera gelar perkara. Naikkan statusnya ke penyidikan, kalau bisa dalam waktu dekat. Biar prosesnya bisa jalan lagi," tambah Dharma.

Klaim Kerugian dari Pihak Inara

Gara-gara kasus ini, Inara Rusli mengaku mengalami kerugian. Terutama di bidang pekerjaan.

Kuasa hukumnya, Daru Quthny, menyebut banyak kontrak yang terpengaruh. "Jumlahnya kami tidak tahu, tapi dipastikan kerugiannya cukup lumayan," ujarnya.

Banyak pekerjaan yang terpaksa dihentikan. Beberapa lainnya terpaksa ditunda dampak yang cukup signifikan di tengah hiruk-pikuk pemberitaan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar