jelas Wenda dalam sebuah jumpa pers di Jakarta.
Ia juga menambahkan bahwa kliennya menerima keputusan itu dengan lapang dada. “Pak Ridwan Kamil menerima dan mendoakan ibu Atalia, juga mendoakan dirinya sendiri untuk mendapatkan yang terbaik,” tuturnya. Yang jelas, Ridwan Kamil sendiri dikabarkan tak pernah menyangka pernikahan selama 29 tahun itu harus berakhir di meja hijau.
Di sisi lain, komunikasi antara keduanya disebut masih terjaga baik. Kuasa hukum lainnya, Oya Abdul Malik, menegaskan hal itu. “Perceraiannya pun ini perceraian baik-baik, komunikasinya masih baik,” kata Oya. Ini tentu menjadi angin segar di tengah proses yang seringkali memanas.
Sebelum putusan keluar, Ridwan Kamil sudah lebih dulu meminta maaf secara terbuka lewat Instagram. Dalam unggahan di akhir Desember 2025 itu, ia mengakui kekhilafannya selama menjadi suami.
“Saya mengakui selama 29 tahun pernikahan, saya banyak melakukan kekhilafan dan dosa kepada istri saya Atalia, sehingga perpisahan ini adalah hak beliau untuk bahagia dalam hidupnya tanpa ada saya di dalamnya,”
tulisnya. Sebuah pengakuan yang jujur, sekaligus melepaskan.
Jadi, itulah kado perpisahannya. Seperangkat alat salat dan Al-Qur’an. Sebuah pengingat untuk tetap beribadah, dan mungkin juga doa terbaik yang bisa diberikan untuk seseorang yang pernah begitu dekat. Semuanya berakhir dengan damai, penuh penghormatan, dan tentu saja, makna yang mendalam.
Artikel Terkait
Inara Rusli Terpisah dari Anak, Mertua Beri Syarat Tegas
Haru dan Bahagia Warnai Siraman Darma Mangkuluhur, Cucu Soeharto
Sakina Tama: Jejak Karier Mandiri di Balik Sorotan Sang Ayah
Gugatan Rp7 Miliar Ressa ke Denada, Psikologis Penggugat Dikabarkan Terganggu