Mentan Amran Salah Sebut Nama Gubernur Jabar, Ruang Rapat Bergemuruh Tawa

- Kamis, 08 Januari 2026 | 14:15 WIB
Mentan Amran Salah Sebut Nama Gubernur Jabar, Ruang Rapat Bergemuruh Tawa

Gelak Tawa Warnai Acara Swasembada Beras, Mentan Amran Salah Sebut Nama Gubernur

Suasana rapat yang membahas capaian swasembada beras 2025 tiba-tiba pecah oleh gelak tawa. Penyebabnya? Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman keliru menyebut nama Gubernur Jawa Barat yang hadir di sana.

Kejadiannya berlangsung Rabu (7/1/2026) lalu di Karawang. Acara yang dihadiri sejumlah pejabat tinggi, termasuk Presiden Prabowo, berjalan lancar. Mentan Amran membuka pidato dengan menyapa para tamu undangan satu per satu.

Namun begitu, saat tiba pada sapaannya untuk gubernur dari Jawa Barat, yang keluar dari mulutnya justru nama Ridwan Kamil.

"Para Gubernur. Ada Pak Ridwan Kamil," ujar Amran di hadapan hadirin.

Seketika itu juga, ia langsung menyadari kekeliruannya. Ridwan Kamil, tentu saja, bukan lagi Gubernur Jabar. Kursi itu kini diduduki oleh Dedi Mulyadi.

Ruang pertemuan pun riuh rendah. Amran segera meralat ucapannya.

"Astaghfirullah. Kang Deddy Mulyadi," katanya sambil meminta maaf.

Dengan gaya khasnya yang blak-blakan, Amran bahkan bercanda soal harus memotong kambing sebagai 'tumbal' atas salah sebutnya itu. "Ini harus potong kambing ya kalau salah nama? Maaf Pak Gubernur," tambahnya, mencairkan suasana.

Menariknya, respon Dedi Mulyadi justru sangat santai. Ia hanya tersenyum dan mengangguk, menerima permintaan maaf menteri. Tak terlihat kesan tersinggung sama sekali.

Setelah momen lucu itu, acara kembali berjalan. Mentan Amran bahkan berjanji akan menambah bantuan untuk Jabar sebagai bentuk permintaan maafnya. "Maaf Pak Gubernur. Nanti bantuan ada tambahannya karena pelayanannya baik hari ini," tuturnya di akhir sambutan.

Di sisi lain, dalam pidatonya, Amran menyampaikan kabar baik. Produksi beras nasional disebutnya telah mencapai angka 34 juta ton. Ia juga menegaskan bahwa tahun ini Indonesia tidak akan melakukan impor gula putih.

"Kita tidak impor gula putih tahun ini. Untuk beras, dengan izin Bapak Presiden, serapan Bulog tahun depan sama saja seperti 2025. Ekspor hampir pasti kita lakukan tahun ini dan itu sejarah pertama Indonesia," jelasnya.

Begitulah kronologi singkatnya. Sebuah selip lidah yang justru menghangatkan suasana rapat penting, menunjukkan bahwa di balik agenda-agenda serius, selalu ada ruang untuk kelucuan yang manusiawi.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar