Di sisi lain, perjalanan itu jelas meninggalkan bekas. Andhara mengakui pernah berjuang melawan anxiety atau gangguan kecemasan. Luka psikis itu sempat membuatnya mendatangi beberapa psikolog untuk berkonsultasi. Tapi, ibu dua anak ini punya cara sendiri. Ia memilih untuk tidak bergantung pada obat-obatan, lebih memilih jalan self-healing.
Jadi, bagaimana caranya saat rasa cemas menyerang? Andhara punya dua senjata andalan. Pertama, teknik olah napas. Kalau itu belum cukup, ia lalu beralih ke journaling, menuangkan isi kepala ke dalam tulisan.
Dalam caption panjang di Instagram, Andhara tampak berusaha menutup bab ini dengan elegan. Ia menekankan bahwa keputusan ini diambil dengan saling menghormati, meski tidak mudah.
Momen ini, baginya, adalah titik balik. Sebuah reset. Bukan untuk terpuruk, tapi untuk benar-benar memprioritaskan kesehatan jiwa yang sempat terguncang. Bab baru itu kini dimulai.
Artikel Terkait
Firdaus Oiwobo Buka Suara: Saya Pernah Bakar Rumah Orang di Cengkareng
Inara Rusli Ungkap Rasa Mual Dengar Pernyataan Cinta Fahmi untuk Dua Wanita
Dinda Hauw dan Rey Mbayang Buka Suara: Jangan Terlalu Banyak Ekspektasi, Kita Bukan Malaikat
Inara Rusli Buka Suara: Dua Bulan Tak Jumpa Anak, Ini Alasan di Balik Perebutan Hak Asuh