Namun begitu, ia merasa tak bisa diam begitu saja. Sebagai figur publik, ia paham ada harapan yang dibebankan kepadanya. Para lender berharap ada suara yang bisa menyampaikan aspirasi mereka.
Sejak 2025, Dude mengaku ikut mendorong proses mediasi. Sudah lima kali pertemuan digelar antara pihak Dana Syariah dan para lender. Sayangnya, hasilnya belum juga memuaskan. Kejelasan soal pengembalian dana secara menyeluruh masih jadi tanda tanya besar.
Angkanya pun fantastis. Total dana yang tertahan disebut mencapai Rp1,3 triliun, berasal dari sekitar 4.500 lender di berbagai daerah.
Memang pernah ada transfer Rp3,5 miliar. Tapi jumlah itu sangat kecil, cuma sekitar 0,2 persen dari total yang harus dikembalikan. Wajar saja kekecewaan para investor makin menjadi. Mereka menuntut transparansi: bagaimana dengan aset, agunan, dan borrower yang dulu dijanjikan?
Dude sendiri ikut menyoroti sistemnya. Ia mempertanyakan, bagaimana platform yang berizin dan diawasi OJK ini bisa mengalami masalah serupa secara bersamaan. "Saya juga mempertanyakan sistemnya," ucapnya.
Di tengah situasi yang ruwet ini, Dude berjanji akan terus menyuarakan tuntutan para lender. Harapannya sederhana, tapi berat diwujudkan.
"Harapan saya sederhana, dana mereka bisa kembali," tutupnya.
Artikel Terkait
Lee Junho Pertimbangkan Tawaran Main di Drama Buy King, Berpotensi Duel Akting dengan Joo Ji Hoon
Titan Tyra Minta Maaf Usai Kontroversi Rebahkan Kursi Pesawat Saat Hamil
BELIFT LAB Tegaskan Heeseung Tak Kembali ke ENHYPEN, Fokus Karier Solo
Pejabat USDA Saksikan Finalis MasterChef Olah Salmon Alaska