Janur Ireng: Kutukan yang Lebih Kelam dari Sewu Dino Segera Mengintai

- Selasa, 16 Desember 2025 | 21:30 WIB
Janur Ireng: Kutukan yang Lebih Kelam dari Sewu Dino Segera Mengintai

Janur Ireng Siap Menghantui Libur Akhir Tahun

MD Pictures baru saja merilis poster dan trailer untuk film terbaru mereka, "Janur Ireng". Nah, film ini bukan sembarang film horor. Ia adalah prekuel resmi dari "Sewu Dino" yang dulu sukses itu. Di sini, kita akan diajak menyelami asal-usul kutukan, konflik, dan kekuatan gelap yang sebelumnya hanya disinggung.

Adaptasinya diambil dari cerita viral karya Simpleman. Jadi, "Janur Ireng: Sewu Dino The Prequel" ini adalah film kedua dalam Sewu Dino Universe.

Manoj Punjabi, CEO dan Founder MD Entertainment, tak bisa menyembunyikan antusiasmenya. Ia ditemui di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin lalu.

"Masih ingat 'Sewu Dino'? Sekarang kita mundur enam tahun ke belakang, ke 'Janur Ireng'. Kami sangat excited film ini sebentar lagi rilis. Saya ucapkan selamat dan terima kasih pada sutradara kami, Mas Kimo, yang selalu detail dan perfect. Terima kasih juga untuk semua pemain, penulis, dan kru. Kalian luar biasa!"

Di sisi lain, sutradara dan penulis skenario punya cerita sendiri soal proses kreatifnya. Tantangan terbesar rupanya justru di pundak sang penulis, bukan sutradara. Bagaimana caranya mengalihwahankan novel ke layar lebar tanpa membuat alur cerita jadi datar dan membosankan?

Kimo Stamboel, sang sutradara, mengaku senang bisa kembali menyutradarai setelah menanti dua tahun.

"Senang akhirnya. Semoga penonton menikmati, karena kami bikin film ini dengan sesuatu yang seru banget. Selama ini kan banyak tawa-tawa, sekarang waktunya kita takut-takutan. Semoga bisa menutup akhir tahun dengan sesuatu yang beda dan seru. Kalau 'Sewu Dino' itu level 1, sekarang kita naik ke level 4. Film ini akan membawa kita lebih dalam, menceritakan kenapa semua itu bisa terjadi."

Khalid Kashogi, penulis skenarionya, mengiyakan soal tantangan itu.

"Proses adaptasi novel Simpleman ini nggak simple, lho. Sangat menantang karena novelnya penuh dengan metodologi dunia Simpleman itu sendiri. Jujur, sebagai film maker, sulit sekali bikin cerita yang bisa dinikmati dan seru buat orang yang belum baca novelnya, bahkan belum nonton 'Sewu Dino' sekalipun. Tapi untuk hasilnya, silakan lihat sendiri nanti di layar."

Yang menarik, film ini juga mencatat debut horor Tora Sudiro. Aktor yang lekat dengan peran komedi ini mengaku butuh tantangan baru. "Kekeringan komedi," katanya. Tapi ternyata, peran ini memberinya kesulitan tak terduga: harus berdialog dengan nada rendah.

"Jujur gua sudah sangat kekeringan komedi soalnya. Pas Pak Manoj nawarin main film horor, ya udah gua sikat. Gua juga udah capek bikin ketawa orang, udah banyak yang lucu. Tantangannya? Pas disuruh dialog pakai nada rendah. Suara gua kan agak cempreng, challenging banget lah," ujar Tora.

Bukan cuma suara. Tora juga harus menahan kebiasaan tubuhnya yang ekspresif. Karakternya digambarkan kalem, tenang, dan tak banyak gerak. Ia harus disiplin menahan gestur spontan yang sudah jadi kebiasaan. Awalnya, ia ragu bisa masuk ke dalam peran yang 'dingin' seperti itu.

Namun begitu, situasi syuting yang berlangsung di bulan puasa justru membantunya. Suasana itu membawanya lebih mudah masuk ke dalam karakter. Pengalaman itu rupanya meninggalkan kesan mendalam. Tora bahkan mengaku ketagihan dan terbuka untuk main film horor lagi.

"Berat banget, soalnya gua terbiasa banyak gerak. Di sini harus disiplin, nggak boleh keluar gestur biasa. Mungkin karena syutingnya pas puasa jadi bisa lebih serius, bawaan laper kan," candanya. "Untuk ke depannya mau lagi atau nggak, tergantung 'waktunya'. Kalau cocok, sih, oke-oke aja."

Dengan segala persiapan dan tantangan yang dihadapi para kreatornya, "Janur Ireng" siap menjadi tawaran horor yang berbeda untuk mengisi liburan akhir tahun nanti.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar