Nah, di sinilah masalahnya mulai mengemuka. Jika ponsel itu benar-benar buatan China dan baru, maka bisa jadi ada pelanggaran serius. Dewan Keamanan PBB, lewat Resolusi 2397, dengan tegas melarang ekspor dan impor barang elektronik termasuk ponsel ke dan dari Korea Utara. Sanksi ini dibuat untuk membendung pendanaan program nuklir dan rudal negara tersebut.
Artinya, aksi sederhana memegang ponsel bisa berimplikasi besar. Bukan hanya bagi Kim Yo Jong secara pribadi, yang bisa dianggap melanggar sanksi internasional, tetapi juga bagi China. Negeri Tirai Bambu akan mendapat pertanyaan serius: bagaimana produk mereka bisa sampai di tangan elite tertinggi Pyongyang?
Namun begitu, semua masih sebatas dugaan. Foto itu samar, dan Pyongyang terkenal tertutup. Bisa saja itu hanya ponsel lokal dengan casing mirip, atau barang lama yang sengaja dipamerkan. Tapi dalam diplomasi global, yang tampak di permukaan seringkali lebih berbicara daripada kenyataan yang sebenarnya.
Artikel Terkait
BELIFT LAB Tegaskan Heeseung Tak Kembali ke ENHYPEN, Fokus Karier Solo
Pejabat USDA Saksikan Finalis MasterChef Olah Salmon Alaska
Juicy Luicy Manggung Dadakan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta
CALMA Rilis Single Spesial Happy Birthday untuk Rayakan Ulang Tahun ke-6 BIG Records Asia