Kehidupan umat Kristen di Irak memang penuh tantangan. Tapi, itu tidak memadamkan semangat mereka untuk merayakan Natal. Di Baghdad, dewan kota bahkan memasang pohon Natal dan hiasan di sejumlah jalan utama. Yang lebih menghangatkan hati, di wilayah selatan, banyak warga Muslim yang turut serta memeriahkan. Bagi mereka, ini adalah bentuk solidaritas dan penghormatan pada tetangga yang berbeda keyakinan.
Suriah: Cahaya di Ujung Terowongan
Setelah bertahun-tahun dilanda konflik, perayaan Natal di Suriah punya makna khusus. Di Damaskus, misalnya, kegembiraan Natal sering dikaitkan dengan harapan akan perdamaian dan kehidupan yang lebih baik. Karnaval jalanan, lampu-lampu yang menghiasi toko dan restoran, serta pohon Natal di rumah-rumah, semuanya seperti semburat cahaya di tengah kesulitan. Ini adalah perayaan ketahanan hati.
Mesir: Tradisi yang Beririsan
Di Mesir, perayaan Natal oleh umat Kristen Koptik pada Januari juga disaksikan dengan hangat oleh warga Muslim. Uniknya, ada kesamaan budaya yang menarik. Banyak warga Muslim melihat tradisi tukar-menukar hadiah Natal mirip dengan kebiasaan mereka membagikan "Halawet El-Mouled", permen khusus untuk merayakan Maulid Nabi. Jadi, di sini, semangat berbagi dan sukacita itu memiliki bahasa yang nyaris sama.
Yordania: Semarak yang Juga Bisnis
Jalan-jalan di pusat Kota Amman saat Natal, kamu akan disambut hiasan yang cukup meriah. Pusat perbelanjaan ramai, penjualan meningkat. Bagi pelaku usaha, momen ini jelas momentum bisnis yang baik. Tapi di balik itu, suasana yang tercipta adalah suasana liburan yang bisa dinikmati bersama oleh semua kalangan, terlepas dari latar belakang agama. Natal di Yordania terasa seperti festival kota yang hangat dan inklusif.
Jadi, itulah sekelumit gambarnya. Perayaan Natal di dunia Arab mungkin tidak seragam, tapi ia menunjukkan satu hal: bahwa dalam keberagaman, selalu ada ruang untuk saling menghormati dan, sesekali, berbagi kegembiraan.
Artikel Terkait
Kenan Yildiz: Dari Bayern ke Juventus, Kisah Pemuda yang Pilih Turki dan Bikin Jerman Menyesal
Tabung Whip Pink di Apartemen Lula Lahfah Dikirim oleh ART
Denada Buka Suara Soal Gugatan Anak: Saya Tak Pernah Tidak Mengakui Ressa
Fadly Faisal Kenang Lula: Dia Traveling ke Eropa, Tapi Pesan Rendang