Masalah utamanya? Keuangan. Tekanan ekonomi begitu mencekik, hingga hal-hal yang seharusnya sakral pun ikut tercemar. Yang paling menyakitkan, mas kawin pemberian orang tuanya hilang begitu saja. Chikita bahkan menyebut ada pengkhianatan yang melibatkan keluarga. Detailnya ia simpan, tapi raut wajahnya cukup menggambarkan betapa dalam pengkhianatan itu.
Di sisi lain, sebagai seorang ibu, ia kini harus berpikir keras. Setelah perceraiannya resmi, ternyata jalan masih terjal. Chikita mengaku belum menerima nafkah anak, yang tentu saja menambah beban. Tapi justru di titik terendah inilah, tekadnya untuk bangkit mengeras.
Fokusnya sekarang sederhana: memperbaiki kondisi keuangan keluarganya. Ia ingin kehidupan yang lebih tenang, jauh dari hiruk-pikuk dan drama. Bisa dibilang, ini adalah upayanya merangkai ulang serpihan hidup yang berantakan. Sebuah perjalanan panjang dari trauma bullying, kegagalan rumah tangga, menuju sebuah ketenangan yang ia perjuangkan sendiri.
Artikel Terkait
Fadly Faisal Kenang Lula: Dia Traveling ke Eropa, Tapi Pesan Rendang
Tabung Pink di Apartemen Dharmawangsa: Kematian Lula Lahfah Tetap Jadi Misteri
Irfan Hakim Buka Suara Soal Video yang Dituduh Normalisasi Penelantaran Anak
Ammar Zoni Mohon Tak Dikembalikan ke Nusakambangan Usai Sidang