Masalah utamanya? Keuangan. Tekanan ekonomi begitu mencekik, hingga hal-hal yang seharusnya sakral pun ikut tercemar. Yang paling menyakitkan, mas kawin pemberian orang tuanya hilang begitu saja. Chikita bahkan menyebut ada pengkhianatan yang melibatkan keluarga. Detailnya ia simpan, tapi raut wajahnya cukup menggambarkan betapa dalam pengkhianatan itu.
Di sisi lain, sebagai seorang ibu, ia kini harus berpikir keras. Setelah perceraiannya resmi, ternyata jalan masih terjal. Chikita mengaku belum menerima nafkah anak, yang tentu saja menambah beban. Tapi justru di titik terendah inilah, tekadnya untuk bangkit mengeras.
Fokusnya sekarang sederhana: memperbaiki kondisi keuangan keluarganya. Ia ingin kehidupan yang lebih tenang, jauh dari hiruk-pikuk dan drama. Bisa dibilang, ini adalah upayanya merangkai ulang serpihan hidup yang berantakan. Sebuah perjalanan panjang dari trauma bullying, kegagalan rumah tangga, menuju sebuah ketenangan yang ia perjuangkan sendiri.
Artikel Terkait
BELIFT LAB Tegaskan Heeseung Tak Kembali ke ENHYPEN, Fokus Karier Solo
Pejabat USDA Saksikan Finalis MasterChef Olah Salmon Alaska
Juicy Luicy Manggung Dadakan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta
CALMA Rilis Single Spesial Happy Birthday untuk Rayakan Ulang Tahun ke-6 BIG Records Asia