"Anda mendengarnya dan berpikir, 'wah, ini keren banget'. Namun begitu, ketenarannya cuma sesaat. Lima belas menit kemudian, ia sudah tenggelam dan hilang ditelan tumpukan sampah digital lainnya," jelas aktor berusia 51 tahun itu dengan nada khasnya.
Namun begitu, penting untuk dicatat bahwa DiCaprio sama sekali tidak anti-teknologi. Ia bukan tipe yang menutup mata. Justru, ia melihat potensi AI sebagai alat bantu yang luar biasa, terutama untuk para pembuat film muda. Dengan alat ini, mereka bisa bereksperimen dan menciptakan visual yang sebelumnya mustahil.
Jadi, garis pemisahnya jelas. AI adalah alat yang brilian, tapi ia tetap hanya alat. Jiwanya, esensinya, dan gelora emosi yang membuat sebuah karya beresonansi semua itu hanya bisa datang dari manusia. Itulah inti dari seni, menurut DiCaprio.
Artikel Terkait
Dahlia Poland Ungkap Detik-Detik Sabarnya Habis Sebelum Ungkap Perselingkuhan Fandy
Gas Whip Cream Daring: Ancaman Terselubung di Balik Kemudahan Belanja Online
Jule Lepas Hijab dan Minta Maaf Terbuka untuk Anak dan Mantan Suami
Reza Arap Diperiksa Hingga Dini Hari Terkait Kematian Lula Lahfah