Pungkasnya dengan kocak.
Sebelumnya, seperti yang ramai diperbincangkan, Endipat Wijaya memang melontarkan kritik pedas. Saat rapat dengan Kementerian Komunikasi dan Digital, dia berkomentar soal figur publik yang dianggap mencuri perhatian dari kerja pemerintah.
Dia merasa upaya pemerintah sering kalah viral.
Kata Endipat dalam rapat yang terekam di kanal YouTube Komisi I DPR, Selasa (9/10). Sindirannya makin jelas. Dia menyebut ada orang yang "cuma datang sekali" tapi berlagak paling berjasa, sementara pemerintah menurutnya sudah hadir dari awal dengan ratusan posko.
Tak berhenti di situ, Endipat pun membandingkan nilai donasi. Donasi perorangan yang disebutnya "cuma Rp10 miliar" itu, dalam pandangannya, tidak sebanding dengan bantuan triliunan rupiah yang sudah digelontorkan negara ke Aceh. Intinya, dia ingin narasi bahwa negara tidak hadir, dihentikan.
Kini, setelah permintaan maaf itu, suasana tampaknya mereda. Ferry Irwandi memilih jalan damai, fokus pada bantuan untuk korban, sementara Endipat Wijaya telah menarik kembali ucapannya. Persoalan selesai? Mungkin untuk sementara. Tapi perdebatan tentang peran publik versus negara dalam situasi bencana, rasanya akan terus berlanjut.
Artikel Terkait
Dahlia Poland Ungkap Detik-Detik Sabarnya Habis Sebelum Ungkap Perselingkuhan Fandy
Gas Whip Cream Daring: Ancaman Terselubung di Balik Kemudahan Belanja Online
Jule Lepas Hijab dan Minta Maaf Terbuka untuk Anak dan Mantan Suami
Reza Arap Diperiksa Hingga Dini Hari Terkait Kematian Lula Lahfah