Bencana di Sumatra, lanjutnya, adalah konsekuensi yang tak terhindarkan ketika alam terus-menerus diabaikan. Kita sering seenaknya merusak lingkungan tanpa memikirkan dampak jangka panjangnya.
Ungkapan itu ditulisnya. Tapi alih-alih mereda, gelombang kritik justru berlanjut. Banyak yang kecewa karena pernyataan itu dianggap bukan murni kepedulian, melainkan diselipkan dalam konteks promosi produk.
Sebelumnya, kemarahan netizen memang sudah memuncak. Maudy dinilai memiliki pengaruh besar yang bisa menggerakkan publik untuk membantu korban bencana. Diamnya yang lama membuat sebagian orang mencapnya sebagai "tone deaf" tidak peka dengan situasi sekitar.
Jadi, meski sudah mencoba bersuara, tanggapan Maudy justru memantik dua lapis kritik: soal keterlambatan dan soal medium yang dipilih. Di satu sisi, ia diharapkan vokal. Di sisi lain, caranya menyampaikan pesan dinilai kurang tepat. Situasi yang memang sulit, sih.
Artikel Terkait
Dari Luka ke Buku Viral, Aurelie Moeremans Bergerak untuk Hentikan Child Grooming
Tangis Reza Arap dan Pesan Singkat Denny Sumargo di Pemakaman Lula Lahfah
Cover Maira Muthma Bikin Alaina Castillo Terpana: So Good, Oh My!
Di Balik Kemasan Pink, Bahaya Mematikan Gas Whip Pink yang Viral