Lalu, apa sebenarnya yang merenggut nyawa Epy? Menurut penuturan keluarga, penyebab utamanya adalah kegagalan fungsi organ vital. Tapi ada detail lain yang lebih spesifik.
Deniar, salah satu keluarga, menjelaskan dengan suara lirih.
Kondisi itu, lanjutnya, membuat Epy memasuki fase semi-koma. Tekanan darahnya melonjak tinggi dan tak kunjung turun. Sayangnya, tim medis tak bisa melakukan operasi dengan keadaan seperti itu.
Segala upaya sudah dilakukan. Rumah sakit memberikan alat bantu oksigen dan berbagai obat untuk mencoba menaikkan kesadarannya. Hasilnya nihil. Kondisi Epy justru kian memburuk.
Detik-detik terakhir itu terjadi di tengah lingkaran orang-orang terdekatnya. Mereka berusaha menyemangati, tapi takdir berkata lain. Epy Kusnandar pun berpulang.
Artikel Terkait
Aurelie Moeremans Buka Luka Masa Lalu, Luncurkan Buku untuk Lawan Child Grooming
Boiyen Diduga Sudah Tahu Skandal Penipuan Suami Sejak Lama
Doktif Buka Pintu Damai untuk Richard Lee, Asal Uang Ratusan Miliar Dikembalikan
Jaket Robek dan Jasad Misterius Guncang Alur Mencintai Ipar Sendiri