"Tapi Insan sampai sekarang belum juga mengatakan itu. Justru terakhir, dia sempat bawa keluarganya untuk minta maaf ke Inara. Dia nangis-nangis sampai mau sujudlah di kaki Inara," ungkapnya.
Bagi Inara, keputusan mundur ini mutlak. Dia merasa nggak etis berada di tengah rumah tangga orang lain. Apalagi, dia sendiri pernah merasakan pedihnya dikhianati.
"Atas dasar dulu dia pernah disakiti, kedua rasanya nggak etis seorang Inara memasuki rumah tangga orang lain. Inara memilih mundur sudah sangat tepat," tegas Icha.
"Tapi keadaannya, Insan belum juga menalak. Inara sudah minta, tapi sampai saat ini belum juga ditalak."
Nggak cuma menunggu diam, Inara juga sudah ambil langkah tegas lewat jalur hukum. Ibu tiga anak itu melaporkan dugaan akses ilegal terkait penyebaran rekaman CCTV rumahnya.
Laporan lain juga diajukan, kali ini soal dugaan penipuan status pernikahan oleh Insan. Langkah ini diambil setelah Inara sadar dirinya terjebak dalam situasi di mana Insan masih berstatus suami sah Wardatina Mawa.
Pihak kuasa hukum Inara yang lain, Putra Kurniadi, menegaskan prinsip kliennya sudah bulat.
"Klien kami tidak lagi memiliki hubungan dengan Insanul," kata Putra Kurniadi dengan tegas.
Artikel Terkait
Doktor Pariwisata Tersandung Kasus Penipuan Investasi Rp 400 Juta
Gereja Buka Suara Soal Pernikahan Aurelie dan Roby: Ada Pernikahan, Tapi...
Insanul Fahmi Berupaya Pulihkan Rumah Tangga, Minta Kepastian dari Mawa
Doktif Tantang Keadilan Hukum: Saya Lawan Mafia Skincare, Bukan Orang Per Orang