Deswita terus mengguncang-guncang tubuh Ferry sambil memanggil, "Ayah bangun!" Namun, ada sesuatu yang terlintas di benaknya. Dia teringat sebuah nasihat, bahwa dalam kondisi seperti ini, roh hanya mengenali nama lengkap, bukan panggilan.
sambungnya. Tujuh menit berikutnya adalah momen paling menegangkan dalam hidupnya. Sepanjang perjalanan ke IGD, Deswita tak henti membisikkan nama Ferry Maryadi di telinga suaminya.
Ferry, dari sudut pandangnya, menggambarkan sensasi tak berdaya itu.
ujarnya. Begitu tiba di IGD, tensi Ferry sangat rendah. Deswita langsung curiga ada yang salah dengan obat yang diberikan.
timpal Deswita. Rupanya, teka-teki itu terpecahkan. Kejadian mengerikan di September 2024 itu terjadi karena sebuah kesalahan komunikasi soal dosis obat.
Ferry diberikan obat dengan dosis yang cukup keras pagi harinya di Bandung. Sayangnya, informasi vital ini luput disampaikan Deswita kepada dokter sebelum Ferry disuntik obat lain.
tutup Deswita menjelaskan akar masalahnya. Kombinasi dua obat kuat dalam waktu berdekatan itulah yang nyaris merenggut nyawa Ferry Maryadi.
Artikel Terkait
Okezone Rayakan HUT ke-19, Targetkan Jadi Pusat Informasi Kredibel
MD Pictures Adaptasi Buku Laris Filosofi Teras ke Film, Dibintangi Sherina Munaf
Tristan Molina Akui Puasa Itu Berat, Olla Ramlan Syukuri Dukungan Pasangan di Ramadhan
Tiffany Young dan Byun Yo Han Resmi Catatkan Pernikahan pada 27 Februari