Hidup Ben Kasyafani belakangan ini terbilang sangat aktif. Selain masih setia menjadi host untuk beberapa program, pria yang dikenal sebagai mantan suami Marshanda itu kini juga tengah asyik menekuni beragam jenis olahraga. Rutinitas fisik itu sudah jadi bagian penting dari kesehariannya.
Tapi, di balik semangatnya menjaga kebugaran, ternyata ada cerita lain. Ben baru saja mengalami cedera yang memaksanya untuk menahan diri sejenak dari aktivitas kesukaannya.
"Nah, sekarang lagi ada program host, terus lagi banyak waktu di luar, kerjaan di luar syuting juga, sama olahraga, sama enjoying waktu-waktu kosong sih,"
Demikian Ben bercerita saat ditemui di Jakarta Selatan, Selasa (25/11/2025). Ia mengaku sedang menikmati betul beberapa jenis olahraga, terutama gym, padel, dan tenis. Baginya, ketiganya bukan cuma soal sehat, tapi juga memberi semangat dan tantangan baru. Sayangnya, justru dari keseruan inilah masalah muncul.
"Olahraga-nya gym sama padel dan tenis. Padel, nyemplung, nyemplung. Itu lagi cedera nih,"
sambungnya.
Cederanya terjadi di bagian lutut. Meski belum ada hasil pemeriksaan yang pasti, Ben menduga ada kemungkinan robekan pada meniskus atau patella. Ia memperkirakan butuh waktu istirahat sekitar satu hingga dua minggu supaya kondisinya bisa pulih kembali.
"Lutut. Enggak tahu nih makanya entar malam baru mau tahu ada misalnya robekan meniskus atau patella. Ya, kita kan sudah enggak muda ya. Dikit-dikit mainin biasa sakit gitu. Nah, ini yang kuat untuk olahraga dia gila sama itu cuma raket doang. Ya, ada cedera. Jadi kayaknya mesti istirahat dulu nih semingguan, dua mingguan,"
ujar Ben.
Menurut pengakuannya, cedera ini mulai benar-benar terasa mengganggu saat ia sedang bermain. Performanya pun langsung drop di beberapa sesi terakhir.
"Hari sore nanti baru mau tahu, soalnya kemarin terakhir main baru mulai ganggu nih. Terus mulai mainnya kurang maksimal gitu. Dia mesti ditreatment,"
tambahnya.
Meski begitu, hal semacam ini bukan pengalaman pertama baginya. Sebagai orang yang sudah lama aktif berolahraga, cedera adalah sesuatu yang lumrah.
Ben bercerita, awal ketertarikannya pada padel sebenarnya karena ikut tren dan diajak teman. Tapi begitu mencoba, ia langsung ketagihan.
"Sering (cedera), sering. Padel tuh emang orang banyak yang bilang, 'Ah, lu mau ikut-ikutan aja.' Aku bilang, 'Cobain dulu.' Nyangkut pasti. Saya memang awalnya kan gara-gara main tenis, dua tahun, tiga tahun terakhir main tenis tuh awalnya main di lapangan juga tuh. Nyangkut, begitu padel rame, ngikut. Nah, awalnya kayak gitu. Terus lama-lama seru buat cardio sih sebenernya,"
tuturnya.
Bagi Ben, cedera adalah risiko sehari-hari buat mereka yang aktif, apalagi usia sudah tak lagi muda. Ia menyebut area-area seperti elbow, ankle, dan lutut adalah yang paling rentan bagi pemain olahraga raket.
"Sering. Cedera tuh macam-macam. Semua yang main raket pasti awalnya ada elbow. Dulu juga kita main bola, lutut juga udah pernah, ankle juga pernah,"
ungkapnya.
Ia menekankan pentingnya kesadaran merawat tubuh dan tidak mengabaikan sinyal sakit. Bahkan, ia mengaku memanfaatkan teknologi seperti ChatGPT untuk mencari informasi penanganan cedera.
"Jadi udah jadi kayak apa ya, keseharian tuh kalau misalkan yang sering olahraga, terutama umur juga sudah mulai nambah, kita mesti sadar juga karena sekarang ada chat GPT. Kita jadi tahu, oh ini. Harus treatment, jangan malas karena nanti kalau misalkan udah terlalu parah, jadi malah lebih susah gitu,"
pungkas Ben Kasyafani.
Artikel Terkait
Manajer Ungkap Dampak Ekonomi Vonis 6 Tahun Nikita Mirzani: Kontrak Jangka Panjang Batal
Shindy Fioerla Ungkap Body Shaming dari Suami, Jadi Motivasi Jalani Operasi Bariatrik
Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Jadi Modus Kejahatan Siber, Pakar Ingatkan Bahaya Phishing hingga Ransomware
Terikat Janji Malam Ini: Mayang Siapkan Aksi Memalukan untuk Davina